TRIN

Tancap Gas pada 2026, TRIN Kejar Recurring Income Lewat Sektor Properti Strategis

Tancap Gas pada 2026, TRIN Kejar Recurring Income Lewat Sektor Properti Strategis
Tancap Gas pada 2026, TRIN Kejar Recurring Income Lewat Sektor Properti Strategis

JAKARTA - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menyiapkan langkah strategis pada 2026 untuk memperkuat fondasi bisnis. 

Salah satu fokus utama perusahaan adalah meningkatkan recurring income melalui sektor properti bernilai tambah tinggi. Pendekatan ini diharapkan memberikan pemasukan berulang yang stabil dan memperkokoh posisi perusahaan di pasar properti.

Co-Founder & Group CEO TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan bahwa perusahaan akan mengembangkan proyek pada kategori core, value add, serta beberapa proyek opportunistic yang mengikuti tren pasar. 

“Di pasar kami selalu mengeluarkan suatu produk yang first in the market, dan di core value. Di sini ada namanya me too project, artinya orang lain buat, kami juga buat. Pokoknya apa pun yang laku pasar, kami juga buat. Tapi tambah ke kanan, kita always launch the first in the market,” ujarnya.

Strategi ini menunjukkan TRIN tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berinovasi untuk memimpin pasar. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah proyek dan memperluas basis pendapatan perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan finansial berkelanjutan.

Ekspansi ke Sektor Strategis Baru

Masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Presiden Komisaris menjadi katalis bagi ekspansi TRIN ke sektor baru. 

Anak dari pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo ini mendorong perusahaan masuk ke tiga sektor strategis: logistic park, data center, dan ultra luxury hospitality. Pilihan sektor ini didasarkan pada potensi pertumbuhan jangka panjang dan permintaan pasar yang terus meningkat.

“Beliau punya satu vision adalah bagaimana kita bisa masuk ke recurring income product. Itu adalah produk atau proyek yang bisa menghasilkan return. Setiap berulang, pendapatan berulang,” jelas Ishak. 

Dengan dukungan visi ini, TRIN ingin menciptakan proyek yang tidak hanya laku, tetapi juga mendatangkan pemasukan stabil dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi landasan strategi perusahaan dalam jangka panjang.

Pengembangan sektor baru ini diharapkan memperkuat fundamental bisnis TRIN. Baik dari sisi marketing revenue maupun kinerja keuangan, proyek-proyek strategis ini dirancang untuk memberikan kontribusi signifikan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan pada inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Proyek Ultra Luxury Hospitality Siap Diluncurkan

Sebagai tahap awal pengembangan bisnis baru, TRIN akan segera mengumumkan proyek ultra luxury hospitality dengan menggandeng brand global. Founder Triniti Land, Bong Chandra, menyebut lokasi proyek berada di lahan yang sudah dimiliki dekat dengan proyek existing. Proyek ini direncanakan memanfaatkan master plan yang telah disiapkan untuk pengembangan hotel.

“Di mana nanti kami juga berencana untuk membuat plot-plot yang sudah kami desain di master plan-kan untuk hotel. Itu di lahan existing yang sudah kami kuasai,” ungkap Chandra. 

Langkah ini menekankan efisiensi penggunaan lahan sekaligus memaksimalkan nilai aset yang dimiliki perusahaan. Proyek ini diproyeksikan menjadi landmark baru dalam portofolio hospitality TRIN.

Selain proyek baru, TRIN juga akan mengembangkan Tower 2 dari mixed-use Collins Boulevard di Serpong, Tangerang Selatan. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio properti berkelas. Kedua proyek tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap recurring income perusahaan.

Pengembangan Proyek Existing Tetap Menjadi Prioritas

Meskipun fokus pada sektor baru, TRIN tetap mengembangkan proyek existing yang menjadi penopang utama marketing revenue. 

Sequoia Hills, proyek landed house eksklusif di Sentul, menjadi salah satu proyek terbesar dengan luas lahan 95 hektar dan nilai proyek mencapai Rp 15–16 triliun. Saat ini, proyek ini telah memiliki tiga cluster dan tahun ini akan masuk pengembangan cluster keempat dan kelima.

“Jadi di luar dari proyek baru yang akan kami kerjakan, ini adalah existing project, yang memang proyek yang low risk, karena landed. Dan proyek ini akan kami speed up dengan masuknya strategic partner baru,” jelas Chandra. 

Pengembangan proyek existing memastikan pendapatan perusahaan tetap stabil sambil menunggu kontribusi proyek baru meningkat. Strategi ini menjaga keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas finansial.

Proyek existing juga memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Hal ini menekan risiko sekaligus mengoptimalkan potensi pertumbuhan revenue. Dengan kombinasi proyek baru dan existing, TRIN memperkuat fondasi bisnis untuk jangka menengah dan panjang.

Strategi Sinergi dan Keunggulan Kompetitif

TRIN menegaskan bahwa kombinasi pengembangan sektor strategis dan proyek existing akan meningkatkan daya saing perusahaan. Strategi ini mencakup integrasi core business dengan proyek bernilai tambah tinggi. Pendekatan ini memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi kompetisi pasar properti yang kian ketat.

Ishak menambahkan bahwa setiap proyek selalu disesuaikan dengan tren pasar dan kebutuhan konsumen. “Kami mengamati tren, melakukan inovasi, dan memastikan setiap proyek memiliki nilai tambah. Ini menjadi strategi utama untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ungkapnya. 

Dengan demikian, TRIN menekankan pentingnya fleksibilitas dan respons cepat terhadap dinamika pasar.

Selain itu, perusahaan berfokus pada penciptaan proyek yang menghasilkan recurring income. Model bisnis ini memungkinkan pemasukan berulang dan stabil, memperkuat fundamental keuangan TRIN. Sinergi antara inovasi proyek baru dan pengelolaan proyek existing menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang bagi perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index