KAI

KAI Perkirakan 5,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta untuk Mudik Lebaran 2026

KAI Perkirakan 5,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta untuk Mudik Lebaran 2026
KAI Perkirakan 5,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkirakan jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 akan mencapai 5,2 juta orang. 

Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 4,5 juta penumpang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 22 Maret 2026, sementara arus balik akan berlangsung puncak pada 28 Maret 2026.

Masa operasional angkutan mudik direncanakan berlangsung dari 11 Maret hingga 4 April 2026. Total periode operasi mencapai 22 hari untuk melayani lonjakan penumpang. KAI pun mempersiapkan seluruh fasilitas dan sarana perkeretaapian agar perjalanan tetap lancar.

Persiapan ini juga mencakup pemesanan tiket yang bisa dilakukan sejak H-45. Penumpang yang ingin berangkat pada 22 Maret 2026 sudah bisa memesan tiket mulai 5 Februari 2026. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal dengan nyaman.

Kebijakan Pemesanan Tiket Aman dan Praktis

KAI mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui kanal resmi. Pilihan resmi mencakup aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, dan mitra penjualan resmi. Langkah ini untuk memastikan keamanan transaksi dan kelancaran perjalanan.

Selain itu, KAI menegaskan pentingnya mengikuti ketentuan yang berlaku. Tiket yang dibeli melalui saluran tidak resmi dapat berisiko merugikan penumpang. Edukasi masyarakat terkait pembelian aman menjadi bagian dari persiapan mudik tahun ini.

Dengan prosedur yang jelas, penumpang dapat merencanakan perjalanan tanpa kebingungan. Hal ini diharapkan meminimalkan antrean dan kepadatan di stasiun. Keamanan transaksi juga menjamin kenyamanan perjalanan seluruh penumpang.

Penambahan Perjalanan dan Sarana Perkeretaapian

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menyiapkan lebih dari 2.700 sarana perkeretaapian. Jumlah perjalanan KA ditambah sebanyak 62 perjalanan setiap hari. Penambahan ini berlaku selama masa angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan agar kapasitas angkutan cukup menampung jumlah penumpang yang meningkat. Setiap KA juga dilengkapi fasilitas standar agar perjalanan tetap nyaman. Strategi penambahan perjalanan menjadi kunci kelancaran transportasi massal di periode padat.

Selain itu, KAI menyiapkan program potongan harga tiket. Diskon 30 persen diterapkan untuk KA jarak jauh kelas ekonomi. Alokasi 1,2 juta tempat duduk mengikuti pola yang berhasil diterapkan sebelumnya.

Program Angkutan Motor Gratis dan Persiapan Teknis

Selain tiket KA, KAI tengah mempersiapkan program angkutan motor gratis. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan agar sarana dan prasarana siap. Hal ini bertujuan mempermudah pemudik membawa kendaraan pribadi dengan aman.

KAI juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan perjalanan. Banjir, longsor, dan rob menjadi faktor risiko yang telah dipetakan. Wilayah rawan tersebut masuk dalam kategori Daerah Dalam Pengawasan Khusus (Gapsus) agar penanganan lebih cepat.

Pendekatan mitigasi risiko dilakukan secara teknis dan nonteknis. Jalur rel ditinggikan antara 15 hingga 50 sentimeter di titik rawan banjir. Sementara lebih dari 1.100 petugas tambahan ditempatkan untuk memantau dan menyesuaikan operasional kereta saat terjadi gangguan.

Optimisme KAI Menghadapi Mudik Lebaran

KAI optimistis seluruh persiapan akan mendukung kelancaran angkutan mudik. Pengaturan perjalanan, penambahan sarana, dan strategi mitigasi risiko diharapkan meminimalkan hambatan. Semua langkah ini mencerminkan komitmen KAI terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Program diskon tiket dan angkutan motor gratis diharapkan meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta. Selain itu, pemesanan tiket yang fleksibel memberi peluang bagi penumpang merencanakan perjalanan lebih awal. Dengan persiapan matang, mudik Lebaran 2026 diyakini berjalan lancar dan aman bagi jutaan penumpang.

KAI juga terus melakukan evaluasi dan pemantauan harian terhadap kesiapan sarana. Setiap aspek operasional diperiksa agar tidak terjadi gangguan selama periode puncak. Optimisme ini didukung oleh pengalaman KAI dalam mengelola arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index