Menhaj

Menhaj Tegaskan Kesiapan Petugas Haji Tetap Optimal dan Fit Sepenuhnya

Menhaj Tegaskan Kesiapan Petugas Haji Tetap Optimal dan Fit Sepenuhnya
Menhaj Tegaskan Kesiapan Petugas Haji Tetap Optimal dan Fit Sepenuhnya

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental petugas haji. 

Meski pendidikan dan pelatihan (diklat) akan segera berakhir, proses pembekalan masih harus dilanjutkan. Fokus utama adalah memastikan petugas siap melayani jamaah secara profesional dan penuh dedikasi.

Penutupan Diklat dan Apresiasi Menhaj

Diklat intensif bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berlangsung selama 20 hari. Menhaj menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen peserta selama pelatihan. Ia berharap acara penutupan akan berlangsung khidmat dan memberi semangat tambahan bagi seluruh petugas.

Persiapan penutupan diklat meliputi gladi resik yang melibatkan seluruh peserta. Menhaj menegaskan kegiatan akan tetap berjalan meski cuaca tidak bersahabat. Hal ini menjadi simbol kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan haji.

Kehadiran Kepala Negara diharapkan menjadi motivasi tersendiri. Menhaj menyebutkan tim protokol telah melakukan pengecekan lapangan sebelumnya. Partisipasi Presiden diharapkan memberikan apresiasi nyata bagi dedikasi para petugas haji tahun ini.

Lanjutan Pembekalan Pasca Diklat

Meski diklat tatap muka berakhir, Menhaj menekankan bahwa proses pembekalan masih berlanjut. Peserta harus melanjutkan pendalaman materi dan menjaga kebugaran fisik. Pendekatan ini memastikan petugas siap secara mental, fisik, dan pengetahuan ketika diberangkatkan.

Salah satu fokus utama adalah pembelajaran bahasa Arab secara daring. Peserta diharapkan memanfaatkan waktu dua hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Menhaj menegaskan bahwa menjaga kondisi fisik tetap fit menjadi prioritas utama.

Selain itu, kesiapan mental menjadi sorotan penting. Tantangan cuaca dan medan di Arab Saudi membutuhkan ketahanan fisik dan mental. Menhaj mengingatkan bahwa mentalitas pelayanan adalah kunci sukses penyelenggaraan haji yang profesional.

Evaluasi dan Pemantauan Peserta

Menhaj menyebutkan bahwa evaluasi awal selama 20 hari pelatihan menunjukkan hasil positif. Laporan lisan yang diterimanya mencatat 90 persen peserta menunjukkan kinerja baik. Laporan tertulis yang lebih detail akan diterima untuk memantau perkembangan setiap peserta secara menyeluruh.

Setiap peserta dipantau secara seksama agar kualitas petugas haji tetap terjaga. Penilaian mencakup kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis di lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan profesional bagi jamaah.

Selain itu, pemantauan juga mencakup kesiapan menghadapi berbagai kondisi lapangan. Menhaj memastikan setiap peserta memahami pentingnya adaptasi terhadap situasi yang berubah. Dengan demikian, kualitas pelayanan dapat terjaga hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

Persiapan Acara Penutupan dan Gladi Resik

Panitia pelaksana diklat melakukan persiapan matang untuk acara penutupan. Gladi resik melibatkan seluruh peserta agar kegiatan berjalan lancar. Menhaj menegaskan acara akan berlangsung khidmat dalam kondisi apapun, termasuk saat hujan.

Persiapan ini sekaligus menjadi simbol kesiapan menghadapi tantangan di Arab Saudi. Menhaj menekankan pentingnya disiplin dan keseriusan setiap petugas haji. Kegiatan ini juga menanamkan rasa tanggung jawab terhadap pelayanan yang akan diberikan kepada jamaah.

Kehadiran Kepala Negara diharapkan menambah semangat bagi peserta. Menhaj menyebutkan tim protokol telah mengecek lokasi. Motivasi dari Presiden diyakini akan mendorong profesionalisme petugas selama musim haji.

Kesiapan Menyeluruh Petugas Haji

Penutupan diklat menandai langkah awal kesiapan Indonesia menyongsong musim haji 1447 H/2026 M. Menhaj menegaskan seluruh peserta harus tetap menjaga kondisi fisik dan mental. Fokus utama adalah memastikan petugas mampu memberikan layanan profesional dan penuh empati kepada jamaah.

Kesiapan ini mencakup kemampuan teknis, kebugaran fisik, dan ketahanan mental. Menhaj berharap kombinasi persiapan ini menjadikan pengalaman haji lebih aman dan nyaman. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan berkualitas bagi jamaah.

Selain itu, sinergi antara peserta, panitia, dan Kemenhaj menjadi kunci keberhasilan. Semua pihak diharapkan bekerja sama untuk mengatasi tantangan yang muncul. Dengan langkah-langkah ini, penyelenggaraan haji diharapkan berjalan lancar dan profesional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index