JAKARTA - Pemulihan layanan kesehatan pascabencana menjadi fokus utama Danone Indonesia di Aceh dan Sumatera Utara.
Perusahaan ini mendukung penyediaan air bersih dan instalasi pengolahan air di berbagai fasilitas kesehatan. Langkah ini penting agar rumah sakit dan puskesmas dapat kembali beroperasi secara optimal.
Bencana banjir dan kerusakan infrastruktur sejak November 2025 sempat mengganggu layanan air bersih. Hal ini berdampak pada operasional medis, sanitasi, dan pelayanan pasien di wilayah terdampak. Untuk itu, Danone Indonesia mengambil peran aktif dalam mempercepat normalisasi fasilitas kesehatan agar masyarakat tetap mendapatkan layanan medis yang aman.
Vera Galuh Sugijanto, LVP General Secretary Danone Indonesia, menyatakan, “Air adalah hal yang paling dasar untuk kehidupan dan menjadi kebutuhan utama di setiap fasilitas kesehatan. Tanpa air bersih, layanan medis, persalinan, hingga sanitasi tidak mungkin berjalan dengan aman.” Pernyataan ini menekankan pentingnya akses air bersih bagi keberlangsungan operasional rumah sakit dan puskesmas.
Kolaborasi Strategis dengan Pemerintah dan Lembaga Kesehatan
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Danone Indonesia, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, dan pemerintah daerah. Termasuk keterlibatan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh serta sejumlah dinas kesehatan kabupaten. Tujuannya memastikan layanan medis, sanitasi, dan operasional fasilitas kesehatan tetap memenuhi standar keselamatan pasien.
Selain penyediaan sumber air bersih, Danone Indonesia menyalurkan perlengkapan kesehatan dasar. Bantuan ini diberikan untuk mendukung tenaga kesehatan agar bekerja optimal di fasilitas kesehatan terdampak. Kolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan persalinan di puskesmas dan RSUD.
Vera menambahkan, “Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan sehingga masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan layanan medis aman dan berkualitas.” Pernyataan ini menegaskan peran aktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan fasilitas kesehatan di tengah kondisi darurat.
Distribusi dan Infrastruktur Air Bersih di Fasilitas Kesehatan
Secara keseluruhan, dukungan diberikan kepada tujuh RSUD dan 29 puskesmas/pustu di wilayah terdampak. Bentuk bantuan mencakup pembangunan 35 titik sumber air bersih (deep well) dan pemasangan 7 unit pengolahan air. Infrastruktur ini tersebar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Kota Langsa, Aceh Tengah, hingga Tapanuli Tengah.
Setiap titik sumber air bersih dipastikan berfungsi optimal agar kebutuhan rumah sakit dan puskesmas terpenuhi. Unit pengolahan air juga dipasang untuk menjamin kualitas air sesuai standar kesehatan. Dengan adanya infrastruktur ini, fasilitas kesehatan dapat kembali melayani pasien tanpa gangguan akibat keterbatasan air bersih.
Personel tenaga kesehatan menyambut baik bantuan ini. “Dengan adanya unit pengolahan air, kami bisa bekerja lebih nyaman dan aman bagi pasien,” ujar salah satu perawat di RSUD Aceh Timur. Antusiasme ini menunjukkan dampak positif langsung dari penyediaan air bersih di lapangan.
Penandatanganan Kerja Sama dan Dukungan Operasional
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan Danone Indonesia. Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana. Dokumen kerja sama menjadi dasar kolaborasi jangka panjang untuk memastikan akses air bersih tetap terjaga.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, menegaskan pentingnya ketersediaan air bersih. “Ketersediaan air bersih merupakan komponen esensial dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien, terutama di wilayah terdampak bencana,” katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan faktor penentu kualitas pelayanan medis.
Kerja sama ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan. Agus menambahkan, “Kolaborasi ini menunjukkan bentuk dukungan konstruktif dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatera. Kami mengapresiasi dukungan Danone Indonesia.” Komitmen bersama ini diharapkan mempercepat normalisasi operasional rumah sakit dan puskesmas.
Dampak Positif untuk Layanan Kesehatan Masyarakat
Dengan tersedianya air bersih, operasional fasilitas kesehatan kembali berjalan normal. Layanan medis, persalinan, dan sanitasi dapat dilaksanakan sesuai standar. Hal ini memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan dan pasien di wilayah terdampak bencana.
Selain itu, fasilitas kesehatan kini mampu menampung pasien dengan kapasitas optimal. Ketersediaan air bersih juga mendukung proses sterilisasi alat medis dan kebersihan lingkungan rumah sakit. Dampak langsungnya, masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Tenaga kesehatan pun merasakan kemudahan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. “Air bersih yang tersedia membuat kami bisa fokus pada pasien tanpa harus mencari sumber tambahan,” ujar perawat di salah satu puskesmas di Aceh Utara. Ketersediaan fasilitas yang memadai ini menjadi faktor penting pemulihan pascabencana.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Danone Indonesia berharap program ini bisa menjadi model kolaborasi pemulihan pascabencana. Perusahaan terus memantau efektivitas fasilitas yang dibangun agar layanan tetap berkelanjutan. Penyesuaian dan pemeliharaan infrastruktur air bersih juga dilakukan secara berkala.
Masyarakat diharapkan turut menjaga fasilitas air bersih agar manfaatnya dapat dinikmati jangka panjang. Tenaga kesehatan pun dilibatkan dalam proses pengelolaan untuk memastikan kualitas tetap optimal. Dengan sinergi yang baik, layanan kesehatan di Aceh dan Sumatera Utara bisa kembali normal dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
“Ini bukti nyata kolaborasi publik-swasta yang efektif,” ujar Vera. Pernyataan ini menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana. Semoga ke depan, inisiatif serupa dapat direplikasi di wilayah lain yang terdampak bencana, memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan nasional.