Jasa Marga

Pertumbuhan Mobilitas Dorong Transaksi Jasa Marga Capai 1,3 Miliar

Pertumbuhan Mobilitas Dorong Transaksi Jasa Marga Capai 1,3 Miliar
Pertumbuhan Mobilitas Dorong Transaksi Jasa Marga Capai 1,3 Miliar

JAKARTA - Pergerakan kendaraan di berbagai ruas tol nasional sepanjang 2025 memperlihatkan dinamika mobilitas yang tetap kuat. 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan transaksi yang mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat. Angka tersebut menjadi indikator penting bahwa konektivitas jalan tol terus memainkan peran strategis.

Aktivitas lalu lintas di jaringan jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total volume transaksi di jalan tol yang dikelola perseroan tercatat mencapai 1,3 miliar kendaraan atau tumbuh 0,35 persen secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini menandakan adanya konsistensi pergerakan kendaraan di berbagai wilayah operasional.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta tetap kuatnya peran Jasa Marga sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Bahkan, lalu lintas harian rata-rata (LHR) selama 2025 tercatat sebesar 3,58 juta kendaraan. Angka LHR tersebut menggambarkan intensitas penggunaan jalan tol yang stabil sepanjang tahun.

Fundamental Bisnis Tetap Resilien

Kinerja operasional yang solid turut didukung kondisi fundamental perusahaan yang terjaga. Manajemen menilai pertumbuhan transaksi sejalan dengan performa bisnis yang konsisten. Stabilitas ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pertumbuhan volume transaksi tersebut sejalan dengan fundamental bisnis perseroan yang tetap stabil dan resilien. 

“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” kata Rivan dalam keterangannya. Pernyataan tersebut menegaskan arah kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Secara korporasi, Rivan membeberkan bahwa Jasa Marga masih memegang posisi market leader di industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer. 

Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 42 persen dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Posisi dominan ini memperkuat peran perseroan dalam sistem transportasi nasional.

Pendapatan dan EBITDA Menguat

Dari sisi keuangan, kinerja perusahaan menunjukkan peningkatan yang terukur. Pendapatan usaha mengalami pertumbuhan yang solid dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memperlihatkan kontribusi signifikan dari lini bisnis utama.

Dari sisi keuangan, Sebagai emiten BUMN di bidang infrastruktur jalan tol, Jasa Marga berhasil mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 5,8 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp19,8 triliun. 

Peningkatan ini didorong oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun. Selaras dengan hal tersebut, EBITDA Perseroan tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun.

Jasa Marga juga berhasil menjaga kestabilan kinerja Perseroan dengan capaian EBITDA Margin pada level yang tangguh, yakni 67,0%. Atas seluruh kinerja Perseroan yang positif tersebut, core profit Perseroan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun. Angka margin ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terpelihara.

Penguatan Struktur Keuangan

Stabilitas laba inti tidak terlepas dari pengelolaan beban keuangan yang disiplin. Perusahaan mencatat adanya penurunan beban keuangan secara konsolidasi. Langkah strategis korporasi turut memberikan dampak positif pada struktur permodalan.

Rivan mengungkapkan bahwa stabilitas core profit ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy). 

Penurunan ini memperkuat ruang fiskal perusahaan untuk menjaga kinerja jangka panjang. Efisiensi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkokoh fondasi keuangan.

“Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV-2024,” beber Rivan.

Pernyataan ini menekankan kontribusi aksi korporasi terhadap stabilitas performa keuangan. Langkah tersebut menjadi salah satu faktor penopang kinerja sepanjang 2025.

Peran Strategis dalam Konektivitas Nasional

Dominasi panjang jalan tol yang dikelola Jasa Marga menunjukkan peran vital perusahaan dalam mendukung distribusi barang dan mobilitas penumpang. Dengan porsi sekitar 42 persen dari total jalan tol beroperasi di Indonesia, kontribusinya sangat signifikan. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi lintas wilayah.

Pertumbuhan volume transaksi 1,3 miliar kendaraan sepanjang 2025 menjadi cerminan kepercayaan masyarakat terhadap layanan jalan tol. Rata-rata 3,58 juta kendaraan melintas setiap hari, menandakan tingginya kebutuhan mobilitas. Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa jaringan tol tetap menjadi pilihan utama perjalanan darat.

Dengan fundamental yang stabil, pendapatan yang meningkat, serta struktur keuangan yang semakin efisien, Jasa Marga menutup 2025 dengan capaian positif. Kombinasi pertumbuhan operasional dan kinerja keuangan yang terjaga menjadi indikator ketahanan bisnis. 

Ke depan, perusahaan diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung konektivitas nasional secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index