Analis: Laporan Keuangan Pengaruhi Saham Sektor Pertambangan

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:15:01 WIB
Kinerja Keuangan Tentukan Arah Pergerakan Saham Pertambangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengemukakan pendapat bahwa laporan kinerja keuangan untuk periode kuartal II-2026 akan bertindak sebagai salah satu katalisator fundamental yang memegang kendali penuh dalam menentukan arah tren pergerakan saham di sektor pertambangan.

Ia menerangkan bahwa para pelaku pasar dan investor akan menaruh perhatian penuh untuk mencermati seberapa besar dampak positif dari perbaikan harga komoditas di pasar global sepanjang paruh kuartal II-2026 terhadap lonjakan margin keuntungan serta tingkat profitabilitas emiten pertambangan.

“Emiten yang memiliki efisiensi operasional lebih baik, serta diversifikasi bisnis yang kuat berpotensi memperoleh respons pasar yang lebih positif. Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi juga dapat menjadi pemicu penguatan harga saham dalam jangka pendek,” ujar Nafan sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Nafan mengamati bahwa saham-saham dari sektor pertambangan terpantau mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan atau rebound (berbalik menguat), termasuk di dalamnya kelompok saham pertambangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meskipun laju penguatan tersebut masih bersifat selektif dan belum sepenuhnya membentuk tren kenaikan harga yang solid.

Khusus untuk jajaran saham pertambangan BUMN, ia menuturkan bahwa para investor tetap akan fokus memantau laporan keuangan berkala, progres perkembangan proyek hilirisasi mineral, arah kebijakan belanja modal (capital expenditure), serta proyeksi tingkat permintaan pasar terhadap komoditas nikel dan batu bara ke depan.

"Apabila realisasi kinerja mampu melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan harga saham masih terbuka," ujar Nafan.

Sejalan dengan dinamika tersebut, hasil kajian riset dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan bahwa total perolehan pendapatan emiten sektor pertambangan logam pada kuartal II-2026 diprediksi mampu menyentuh angka 4,5 miliar dolar AS, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen secara quarter on quarter (qoq) serta melesat hingga 38 persen secara year on year (yoy).

Kendati demikian, lonjakan angka pendapatan tersebut dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan pemulihan volume produksi secara merata di berbagai lini, melainkan lebih didorong oleh faktor pendukung berupa tingkat harga jual, ketepatan waktu penjualan, fluktuasi pergerakan persediaan gudang, serta komposisi bauran produk.

"Namun, untuk prospek semester II-2026, preferensi kami beralih ke ANTM, TINS, AMMN, INCO, NCKL, MBMA, dan BRMS," sebagaimana dikutip dari riset BRIDS.

Sebagai catatan informatif, sejumlah emiten saham di sektor pertambangan tercatat membukukan tren penguatan harga yang signifikan dalam kurun waktu satu bulan terakhir hingga berakhirnya sesi perdagangan paruh pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat (31/07).

Beberapa di antaranya meliputi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melonjak 33,55 persen ke level 4.140, serta saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 8,23 persen ke posisi 500.

Selanjutnya, catatan positif juga dicatatkan oleh saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang menanjak 14,74 persen ke level 895, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 18,14 persen ke posisi 560, dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan 10,81 persen ke posisi 2.870.

Kemudian, pergerakan impresif turut diperlihatkan oleh saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 28,03 persen ke level 5.275, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 2,62 persen ke posisi 2.350, serta saham PT Timah Tbk (TINS) yang bertambah 14,98 persen ke posisi 3.760.

Tidak ketinggalan, tren penguatan lanjutan juga dialami oleh saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang naik 10,18 persen ke level 2.490, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) meroket 63,68 persen ke level 464, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 25,00 persen ke level 900, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menanjak 25,37 persen ke posisi 1.285, serta saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 12,26 persen ke level 24.725.

Terkini