Kemenkes

Kemenkes Perkuat Program CKG dengan Target 130 Juta Peserta pada 2026

Kemenkes Perkuat Program CKG dengan Target 130 Juta Peserta pada 2026
Kemenkes Perkuat Program CKG dengan Target 130 Juta Peserta pada 2026

JAKARTA - Program Cek Kesehatan Gratis terus menunjukkan peran strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit di Indonesia. 

Pemerintah melihat program ini sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan sejak dini. Dengan cakupan yang semakin luas, program ini diarahkan menjadi gerakan nasional berkelanjutan.

Kemenkes targetkan 130 juta warga ikuti program CKG pada 2026 sebagai langkah lanjutan dari capaian sebelumnya. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan sasaran tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak 70 juta orang. Peningkatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan preventif.

Kementerian Kesehatan RI menilai capaian awal program CKG memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam memperkuat sistem kesehatan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pelaksanaannya.

Capaian Program CKG Selama Satu Tahun

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah menyampaikan capaian program CKG. 

“Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini,” kata Asnawi. Pernyataan tersebut menegaskan keberhasilan implementasi program dalam satu tahun berjalan.

Ia mengatakan program CKG genap berusia satu tahun dan telah dilakukan evaluasi menyeluruh. Dari hasil evaluasi tersebut, tercatat 70 juta warga Indonesia telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif.

Asnawi menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut terdapat 25 juta peserta yang berasal dari kalangan pelajar. Peserta pelajar tersebut mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Data ini menunjukkan peran penting CKG dalam mendukung kesehatan generasi muda.

"Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini," kata dia. Rasa syukur tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat. Pemerintah berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Fokus Tindak Lanjut Pemeriksaan Kesehatan

Untuk fokus tahun ini, Asnawi menyampaikan bahwa program CKG tidak hanya berhenti pada pemeriksaan. Pemerintah menaruh perhatian besar pada tindak lanjut hasil temuan pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dinilai penting agar manfaat program dirasakan secara nyata.

Ia mencontohkan hasil evaluasi CKG di kalangan pelajar. Masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah penyakit gigi dan hipertensi. Temuan tersebut menjadi dasar penentuan fokus penanganan ke depan.

Ke depan, perhatian akan diarahkan pada tindak lanjut dan penanganan masalah kesehatan tersebut. Pemerintah ingin memastikan setiap temuan ditangani secara tepat. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

“Kalau hipertensi bagaimana cara pengendalian tekanan darah dan apa yang harus dilakukan. Ini yang akan kami giatkan,” ujar Asnawi. Pernyataan ini menegaskan pentingnya edukasi dan pendampingan pasca pemeriksaan. Masyarakat diharapkan memahami langkah konkret menjaga kesehatannya.

Tiga Masalah Kesehatan Utama Masyarakat

Sementara itu, untuk seluruh masyarakat, Asnawi mengungkapkan adanya tiga persoalan utama. Tiga persoalan tersebut adalah hipertensi, gula darah, dan berat badan. Ketiganya dinilai sebagai faktor risiko utama berbagai penyakit serius.

Menurut dia, pengendalian tiga persoalan tersebut menjadi kunci penting. Jika masalah ini dapat dikendalikan sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan gratis, maka risiko penyakit berat dapat ditekan. Program CKG menjadi sarana deteksi awal yang efektif.

Asnawi menilai bahwa pengendalian faktor risiko akan berdampak besar pada penurunan penyakit katastropik. Penyakit katastropik merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan biaya tinggi. Kondisi ini juga sering memerlukan perawatan jangka panjang.

Penyakit katastropik adalah kondisi medis serius, seringkali tidak menular, yang berbiaya tinggi. Penyakit ini membutuhkan perawatan intensif jangka panjang. Selain itu, penyakit katastropik berpotensi mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan serius.

Contoh penyakit katastropik meliputi jantung, kanker, dan stroke. Selain itu terdapat gagal ginjal, sirosis hati, serta thalasemia. Penyakit lainnya adalah hemofilia dan leukemia yang membutuhkan perhatian khusus.

Dorongan Pola Hidup Sehat Berkelanjutan

Asnawi menambahkan bahwa beban BPJS terbesar saat ini berasal dari penyakit kardiovaskular jantung. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam sistem pembiayaan kesehatan nasional. Pemerintah berharap program CKG dapat membantu menekan beban tersebut.

Dengan CKG, masyarakat diharapkan mampu membangun pola hidup sehat. Pemeriksaan rutin menjadi pintu masuk perubahan perilaku kesehatan. Upaya ini dinilai efektif dalam menekan angka penyakit jantung.

“Kami dorong masyarakat dapat ambil bagian setiap tahun ikut program CKG agar menekan penyakit tersebut,” tuturnya. Ajakan tersebut menegaskan pentingnya partisipasi berkelanjutan. Pemerintah menilai konsistensi pemeriksaan kesehatan sebagai kunci pencegahan.

Program CKG diarahkan menjadi kebiasaan tahunan masyarakat. Pemerintah ingin menjadikan deteksi dini sebagai budaya kesehatan nasional. Dengan langkah ini, kualitas hidup masyarakat diharapkan terus meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index