Harga Sawit

Kenaikan Harga Sawit di Jambi Dorong Optimisme dan Semangat Petani

Kenaikan Harga Sawit di Jambi Dorong Optimisme dan Semangat Petani
Kenaikan Harga Sawit di Jambi Dorong Optimisme dan Semangat Petani

JAKARTA - Harga sawit di Provinsi Jambi menunjukkan pergerakan yang cukup menggembirakan. 

Pada periode akhir Januari hingga awal Februari 2026, harga Tandan Buah Segar mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian utama para petani sawit setempat.

Kenaikan harga terjadi meskipun kondisi buah di lapangan tidak sepenuhnya ideal. Sejumlah petani di kawasan Mestong menyebutkan bahwa buah sawit masih dalam kondisi trek. Namun situasi tersebut tidak menghambat penguatan harga.

Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar sawit regional. Faktor penetapan harga menjadi penentu utama. Petani pun mencermati perkembangan ini dengan penuh harap.

Harga TBS Usia Produktif Alami Peningkatan

Harga TBS sawit untuk usia tanam 10 hingga 20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.592,08 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut tercatat sebesar Rp98,66 per kilogram.

Sebelumnya, harga TBS sawit pada kelompok usia ini berada di level Rp3.451,83 per kilogram. Peningkatan ini dinilai cukup signifikan bagi petani. Terutama bagi mereka yang mengandalkan sawit sebagai sumber pendapatan utama.

Usia tanam 10 hingga 20 tahun dikenal sebagai masa produktif optimal. Harga yang lebih tinggi memberikan dorongan ekonomi langsung. Petani berharap tren positif ini dapat berlanjut.

Harga CPO dan Kernel Tetap Menguat

Selain TBS, harga Crude Palm Oil juga berada pada level yang kuat. Harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.566,16 per kilogram. Angka ini menjadi salah satu penopang utama harga sawit di tingkat petani.

Sementara itu, harga minyak inti sawit atau kernel tercatat Rp11.651,57 per kilogram. Nilai ini ditetapkan dengan indeks K sebesar 94,49 persen. Penetapan tersebut menunjukkan konsistensi dalam perhitungan harga.

Kekuatan harga CPO dan kernel turut memengaruhi nilai TBS. Hubungan antar komponen ini sangat erat. Stabilitas harga hilir memberikan dampak positif ke hulu.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanam

Harga TBS sawit usia tiga tahun ditetapkan Rp2.802,88 per kilogram. Untuk usia empat tahun, harga berada di angka Rp2.994,46 per kilogram. Selanjutnya usia lima tahun tercatat Rp3.132,10 per kilogram.

Harga TBS usia enam tahun mencapai Rp3.262,86 per kilogram. Pada usia tujuh tahun, harga naik menjadi Rp3.345,16 per kilogram. Sementara usia delapan tahun berada di level Rp3.416,46 per kilogram.

Untuk usia sembilan tahun, harga ditetapkan Rp3.483,63 per kilogram. Usia 21 hingga 24 tahun berada di angka Rp3.484,73 per kilogram. Sedangkan usia 25 tahun ditetapkan Rp3.326,16 per kilogram.

Harapan Petani di Tengah Kondisi Lapangan

Kenaikan harga sawit memberikan harapan baru bagi petani Jambi. Meski kondisi buah di lapangan belum sepenuhnya optimal, harga tetap bergerak naik. Hal ini memberi sedikit ruang napas bagi petani.

Petani berharap kenaikan ini dapat bertahan dalam beberapa periode ke depan. Stabilitas harga sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usaha. Terlebih biaya perawatan kebun terus meningkat.

Dengan harga yang lebih baik, petani dapat merencanakan pengelolaan kebun secara lebih optimal. Kenaikan ini juga meningkatkan kepercayaan terhadap sektor sawit. Sawit tetap menjadi komoditas penting bagi perekonomian daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index