Bank Indonesia

Panduan Lengkap Cara Menukarkan Uang Rusak Akibat Bencana ke Bank Indonesia

Panduan Lengkap Cara Menukarkan Uang Rusak Akibat Bencana ke Bank Indonesia
Panduan Lengkap Cara Menukarkan Uang Rusak Akibat Bencana ke Bank Indonesia

JAKARTA - Bencana alam bisa merusak bukan hanya rumah, tetapi juga uang tunai. 

Uang yang basah, robek, atau terbakar tidak berarti nilainya hilang. Bank Indonesia menyediakan prosedur khusus agar Anda bisa menukarnya dengan uang layak edar.

Syarat Uang Kertas untuk Penukaran

Agar uang kertas bisa ditukar, ukuran fisiknya harus minimal dua pertiga dari aslinya. Jika uang terbelah tetapi nomor serinya masih lengkap, penukaran tetap memungkinkan. Keaslian uang juga harus dapat dikenali melalui ciri seperti benang pengaman atau gambar air.

Nomor seri menjadi kunci validitas bila uang tidak utuh. Kedua potongan harus memiliki nomor yang sama agar diterima. Uang yang rusak parah tapi nomor serinya jelas tetap dapat diproses oleh petugas.

Persiapan uang kertas sebelum dibawa sangat penting. Potongan yang menempel rapi memudahkan proses verifikasi. Hal ini mempercepat pencairan uang baru tanpa kendala.

Ketentuan Uang Logam dan Khusus Terbakar

Untuk uang logam, fisiknya harus lebih dari setengah ukuran asli. Ciri-ciri logam seperti gambar atau tulisan harus masih terlihat jelas. Meskipun berlubang atau sedikit mengerut karena panas, uang logam masih bisa ditukar.

Uang yang terbakar memerlukan dokumen tambahan. Surat keterangan dari kelurahan atau kepolisian biasanya diminta sebagai bukti. Hal ini memastikan kerusakan terjadi karena bencana, bukan disengaja.

Menyiapkan dokumen pendukung akan memudahkan proses. Petugas akan memverifikasi kondisi fisik dan dokumen sekaligus. Uang yang tidak memenuhi kriteria mungkin akan ditolak.

Reservasi Online melalui Aplikasi PINTAR

Proses penukaran kini lebih mudah dengan reservasi online. Pengguna bisa memilih kantor BI terdekat dan jadwal kunjungan. Sistem ini mengurangi antrean panjang dan memastikan kepastian layanan.

Calon penukar mengisi data diri secara lengkap. Nomor NIK, nama lengkap, email, dan estimasi nominal uang harus tercantum. Informasi ini membantu petugas menyiapkan verifikasi fisik dengan lebih efisien.

Langkah awal ini juga memberi kemudahan bagi korban bencana. Mereka tidak perlu datang tanpa kepastian antrean. Semua prosedur bisa dijalankan dengan lebih tertib dan aman.

Persiapan Dokumen dan Uang Sebelum Datang

Pada hari penukaran, bawa KTP asli dan uang rusak. Uang robek atau rapuh sebaiknya ditempel di atas kertas putih sesuai ukuran asli. Persiapan ini memudahkan petugas menilai keutuhan uang.

Bank berhak menolak uang yang sengaja dirusak. Ukuran fisik di bawah batas minimal juga tidak diterima. Selain itu, uang yang hilang atau musnah total tanpa sisa fisik tidak bisa diganti.

Dengan mempersiapkan dokumen dan uang dengan benar, proses verifikasi lebih cepat. Hal ini memberi kesempatan penukar menerima uang baru tanpa kendala. Persiapan matang mengurangi risiko penolakan saat verifikasi.

Penukaran Uang dan Pengambilan Uang Baru

Setelah verifikasi selesai, petugas akan menukarkan uang lama dengan uang layak edar. Penukaran diberikan secara gratis tanpa biaya apapun. Calon penukar tinggal menunggu penggantian sesuai nominal yang sah.

Prosedur ini berlaku untuk semua korban bencana yang kehilangan uang tunai. Mengikuti langkah-langkah dengan benar memastikan uang tidak menjadi sampah. Dengan begitu, nilai ekonomi tetap aman dan bisa digunakan kembali.

Penukaran uang rusak merupakan layanan penting bagi masyarakat. Proses ini membantu mencegah kerugian finansial akibat bencana. Selalu lakukan pendaftaran mandiri agar hak atas uang tetap terlindungi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index