JAKARTA - Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman terus dikebut di awal 2026.
Progres terkini telah mencapai 78 persen, menunjukkan percepatan signifikan proyek strategis ini. Pengerjaan ini mencakup berbagai area, mulai dari ring road utara hingga Junction Sleman.
Ring road utara kini telah tuntas dibangun pier head sebagai penyangga tol. Ramp On di sisi jalan ring road Kronggahan sedang dibangun secara masif. Beberapa lahan yang belum dibebaskan menunggu proses administrasi dan pembayaran agar pengerjaan dapat dilanjutkan.
Ramp On akan berfungsi sebagai lintasan masuk kendaraan dari jalan arteri menuju tol. Fasilitas ini menjadi bagian penting dari kelancaran arus lalu lintas setelah tol beroperasi. Pembangunan area yang sudah dibebaskan telah berjalan sesuai jadwal, mempercepat progres keseluruhan.
Pengerjaan di Area Tirtoadi dan Junction Sleman
Di kawasan Tirtoadi dekat Junction Sleman, erection girder pada abutment direncanakan pada bulan Maret. Girder merupakan balok beton yang diletakkan di antara dua penyangga jalan tol. Pemasangan girder akan memungkinkan tol melewati Jalan Sidomoyo, salah satu jalur utama di Sleman.
Area Junction Sleman merupakan titik pertemuan Tol Jogja-Solo dengan Tol Jogja-Bawen. Pemasangan girder menjadi tahap krusial karena menghubungkan dua jaringan tol strategis. Proses ini diharapkan selesai sesuai jadwal agar tol dapat segera dioperasikan secara optimal.
Selain erection girder, persiapan abutment juga terus berjalan. Tahap ini membutuhkan koordinasi ketat untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur. Pengerjaan dilakukan oleh tim ahli dengan pengalaman di proyek elevated dan at grade.
Jenis Konstruksi dan Ruas Tol
Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 dibangun menggunakan konstruksi elevated dan at grade. Konstruksi elevated dikerjakan di area ring road barat tepatnya di Kronggahan. Sedangkan konstruksi at grade diterapkan di perkampungan Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi.
Elevated atau jalan tol melayang memungkinkan kendaraan melintas di atas permukaan tanah, mengurangi gangguan terhadap aktivitas lokal. At grade atau timbunan dibangun sejajar permukaan tanah sehingga memudahkan akses warga setempat. Kombinasi kedua konstruksi ini membuat tol lebih efisien dan terintegrasi dengan kondisi geografis.
Progres pembangunan keduanya kini berjalan paralel, mempercepat penyelesaian proyek. Koordinasi antara tim konstruksi dan Otoritas Jalan Tol memastikan mutu tetap terjaga. Penggunaan metode konstruksi yang tepat diharapkan meningkatkan daya tahan tol terhadap beban lalu lintas.
Tantangan Pembebasan Lahan dan Infrastruktur Pendukung
Beberapa lahan di sisi Ramp On masih menunggu pembebasan dan pembayaran. Hal ini menjadi kendala yang perlu diselesaikan agar pengerjaan tidak tertunda. Pihak kontraktor dan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses administrasi.
Pembebasan lahan penting untuk pembangunan pier head dan fasilitas pendukung tol lainnya. Setelah lahan bebas, proses konstruksi dapat dilanjutkan tanpa hambatan. Tahapan ini menjadi penentu kelancaran keseluruhan proyek tol.
Selain lahan, persiapan infrastruktur pendukung seperti drainase dan fasilitas keamanan juga dilakukan. Semua komponen ini disiapkan agar tol dapat beroperasi secara optimal. Fokus pada detail ini memastikan keselamatan pengendara dan efektivitas jalan tol.
Dampak Tol Jogja-Solo terhadap Mobilitas dan Ekonomi
Tol Jogja-Solo Seksi 2 akan mempercepat mobilitas antara Trihanggo dan Junction Sleman. Jalur ini menjadi penghubung strategis antara pusat kota dan kawasan sekitarnya. Diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalur arteri lokal.
Dengan tol, transportasi logistik dan aktivitas ekonomi di Sleman semakin efisien. Warga sekitar juga mendapatkan kemudahan akses ke berbagai fasilitas publik. Proyek ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui konektivitas yang lebih baik.
Penyelesaian tol secara bertahap hingga lima tahun ke depan diharapkan memberi manfaat jangka panjang. Selain mengurangi waktu tempuh, tol juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Keberhasilan pembangunan ini menjadi contoh pengembangan infrastruktur modern di wilayah Jawa Tengah.