JAKARTA — Sebanyak tiga saham nasional yang berstatus sebagai konstituen indeks MSCI dikabarkan berada dalam posisi paling rentan mengalami pergeseran peringkat pada agenda peninjauan berkala indeks MSCI yang bakal diumumkan pada Agustus 2026.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su memaparkan bahwa ketiga emiten saham tersebut meliputi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), serta PT MD Pictures Tbk. (FIM). Menurut keterangannya, CPIN menghadapi risiko turun tingkat dari indeks MSCI Global Standard menuju kategori MSCI Small Cap.
Faktor pemicunya adalah nilai kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan porsi saham publik (FIF-adjusted market cap) merosot melampaui batas minimum akibat koreksi harga saham CPIN yang mencapai kisaran 22,5% semenjak pelaksanaan reviu MSCI pada Mei 2026 silam.
"Kalau GOTO berisiko tinggi dihapus sepenuhnya dari indeks MSCI Global Standard. Penyebabnya adalah isu kekeringan likuiditas perdagangan semenjak harga saham tertahan di level batas bawah, di Rp50," kata Harry kepada Bisnis, Kamis (30/7/2026). Baca Juga : Ramalan Nasib Saham RI Jelang Tinjauan MSCI Agustus 2026
Meskipun apabila ditinjau dari rasio formal (ATVR) posisinya masih tergolong aman, sambung dia, pihak MSCI tetap memiliki diskresi khusus (replicability) guna mendepak saham-saham yang tingkat frekuensi transaksinya dinilai tidak mencerminkan mekanisme pasar yang wajar. Sementara itu untuk pergerakan FILM, Harry menilai saham tersebut terancam didepak dari jajaran MSCI Indonesia Small Cap Index.
"Penyebabnya adalah karena saham FILM teridentifikasi masuk ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham publik yang dinilai terlampau padat oleh otoritas," ujarnya.
Sampai saat ini, total saham konstituen asal Indonesia yang tercatat menghuni indeks MSCI Global Standard Index tercatat sebanyak 11 emiten dengan perolehan nilai kapitalisasi pasar menyentuh US$52,97 miliar. Hingga penutupan perdagangan tanggal 29 Juli 2026, level posisi indeks berada di angka 976,09 yang mencerminkan koreksi sebesar 36,49% secara *year to date* (YtD).
Kelima konstituen yang menjadi penyumbang bobot terbesar bagi indeks secara berurutan adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, serta ASII. Di sisi lain, saham GOTO bertengger pada urutan ke-6 dengan kontribusi bobot indeks sebesar 4,72%. Sementara itu, MSCI Indonesia Small Cap Index menaungi sebanyak 43 konstituen dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$18,73 miliar.
Terhitung sejak awal tahun hingga tanggal 29 Juli 2026, level indeks tersebut telah terpangkas sebesar 31,57% hingga berada di posisi 351,92.