Pertumbuhan Kredit Hijau BCA Meningkat Signifikan Selama Tahun 2025

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:36:22 WIB
Pertumbuhan Kredit Hijau BCA Meningkat Signifikan Selama Tahun 2025

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan hijau sepanjang 2025. 

Total outstanding pembiayaan hijau menembus Rp113 triliun, naik 14,5% dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menjadi indikator komitmen bank dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan di berbagai sektor ekonomi.

Selain itu, total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp255 triliun, tumbuh 11,7% secara tahunan dari Rp220 triliun sebelumnya. 

Pembiayaan untuk usaha skala kecil dan menengah dalam sektor berkelanjutan juga meningkat 9,6% menjadi Rp142 triliun. Angka-angka ini mencerminkan konsistensi BCA dalam menyalurkan kredit yang berdampak positif bagi ekonomi domestik.

Meski tidak dirinci secara detail, pembiayaan untuk kendaraan listrik tercatat Rp3,6 triliun, tumbuh 53,8% YoY. Sementara itu, pembiayaan untuk energi terbarukan mencapai Rp6,2 triliun dengan kapasitas 323 mega watt (MW). Pertumbuhan ini menegaskan arah BCA dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan dan energi bersih.

Kredit Konsumer dan Usaha

Secara keseluruhan, BCA mencatat pertumbuhan kredit 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh komitmen perseroan mendorong pembiayaan ke sektor riil dan konsumsi domestik. Kredit usaha menjadi kontributor utama dengan nilai Rp756,5 triliun, tumbuh 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi pembiayaan konsumer, outstanding mencapai Rp224,1 triliun, didukung oleh KPR Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor Rp56,6 triliun. Pinjaman konsumer lainnya, mayoritas dari kartu kredit, tumbuh 9,8% menjadi Rp25,2 triliun. Kombinasi ini menandai strategi BCA yang seimbang antara kredit usaha dan konsumer.

Selain itu, rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang 2025 mencapai 10,8%, dengan penyaluran tersebar di sektor manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga. Penyaluran yang luas ini menunjukkan diversifikasi portofolio kredit BCA. Strategi ini diyakini menjaga stabilitas pendapatan dan mengurangi risiko konsentrasi.

Dukungan Kegiatan dan Program BCA

Sepanjang tahun, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Kegiatan tersebut berdampak positif terhadap kinerja bank dan memperkuat hubungan dengan nasabah. Presiden Direktur BCA menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen BCA hadir dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

BCA juga mulai mendukung penyaluran KPR subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi sektor swasta sejak Oktober 2025. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap perumahan nasional. Langkah ini menunjukkan BCA tidak hanya fokus pada pembiayaan bisnis, tetapi juga sektor sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain itu, acara dan program yang dijalankan BCA mampu mendorong pertumbuhan kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pembiayaan ini menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dukungan terhadap UMKM menegaskan posisi BCA sebagai bank yang proaktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Kualitas Kredit dan Manajemen Risiko

Dari sisi kualitas kredit, BCA mencatat rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8% dibandingkan 5,3% sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 1,7%, menandakan pengelolaan risiko yang sehat. Pencadangan dinilai memadai untuk menutupi potensi risiko kredit bermasalah.

Peningkatan kualitas kredit ini menjadi bukti efektivitas strategi manajemen risiko BCA. Bank mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas portofolio. Hal ini juga mencerminkan disiplin internal dalam pemilihan debitur dan pengelolaan risiko kredit.

Selain itu, manajemen risiko yang ketat membantu BCA mempertahankan stabilitas finansial. Keberhasilan ini memberi keyakinan kepada investor dan nasabah terkait keamanan penyaluran kredit. Strategi pengelolaan risiko yang matang menjadi salah satu faktor penting pertumbuhan berkelanjutan BCA.

Prospek Kredit Hijau dan Berkelanjutan

Melihat tren pertumbuhan, pembiayaan hijau diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Dukungan terhadap kendaraan listrik, energi terbarukan, dan sektor UMKM menjadi pendorong utama. Pertumbuhan ini sejalan dengan komitmen BCA untuk mendorong ekonomi hijau di Indonesia.

Selain itu, ekspansi kredit konsumer dan usaha diprediksi tetap stabil. Permintaan pasar untuk pembiayaan hijau diperkirakan meningkat seiring kesadaran masyarakat dan regulasi pemerintah yang mendukung. BCA diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat portofolio berkelanjutan.

Dengan pencapaian tahun 2025, BCA menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit hijau dan konsumer dapat berjalan seiring. Hal ini mencerminkan strategi bank yang inklusif dan berorientasi jangka panjang. Ke depan, komitmen ini diharapkan memperkuat posisi BCA sebagai pelopor pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.

Terkini