Danantara Dorong PGN Memperluas Pengembangan Gas dan Proyek DME Strategis

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:02:58 WIB
Danantara Dorong PGN Memperluas Pengembangan Gas dan Proyek DME Strategis

JAKARTA - PGN kini berada di bawah arahan Danantara untuk memperkuat bisnis midstream dan downstream demi mendukung ketahanan energi nasional. 

Strategi ini sejalan dengan fokus pemerintah pada ketahanan pangan, energi, dan sumber daya manusia. Langkah ini menandai transformasi PGN dari sekadar penyedia gas menjadi pendorong energi rumah tangga yang lebih mandiri.

Arahan Danantara untuk Strategi Energi PGN

Di bawah bimbingan Danantara, PGN menekankan pengembangan layanan gas rumah tangga sebagai prioritas utama. Perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan impor LPG melalui ekspansi jaringan gas kota. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, PGN membangun pipa transmisi dan distribusi gas sepanjang lebih dari 33.500 km, dengan ±19.700 km digunakan untuk jargas rumah tangga. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung distribusi gas yang merata dan efisien di seluruh Indonesia. 

Danantara menekankan pentingnya pengelolaan jaringan gas yang canggih untuk mendukung ketersediaan energi berkelanjutan.

Proyek Dimetil Eter (DME) di Bawah Danantara

Danantara mendorong PGN untuk mengembangkan proyek Dimetil Eter (DME) sebagai pengganti LPG impor. DME diharapkan menjadi energi rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan mandiri. Proyek ini menjadi bukti konkret BUMN bertransformasi untuk mengurangi defisit LPG nasional.

Groundbreaking proyek DME dijadwalkan akhir Januari hingga awal Februari 2026. Produksi DME nantinya akan disalurkan ke rumah tangga sehingga ketergantungan impor LPG bisa berkurang. Danantara menilai inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan teknologi energi baru di Indonesia.

Selain PGN, beberapa BUMN lain juga turut mengembangkan energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG) berbasis batu bara. Sinergi ini menunjukkan komitmen Danantara dan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi energi nasional. Gas hasil olahan batu bara dan DME nantinya akan memenuhi kebutuhan pelanggan PGN yang ada.

Tantangan Ketahanan Energi Nasional

Konsumsi LPG Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton pada 2026. Sementara kapasitas produksi nasional hanya sekitar 1,3–1,4 juta metrik ton per tahun. Kesenjangan ini memaksa Indonesia mengimpor sekitar 8,6 juta metrik ton LPG tiap tahun, yang menjadi tantangan utama ketahanan energi.

Danantara menegaskan bahwa pengembangan DME dan SNG menjadi strategi jangka panjang untuk menekan defisit energi. 

Pemerintah juga menyiapkan APBN 2026 sebesar Rp402,4 triliun, difokuskan pada subsidi energi, kompensasi, dan pengembangan energi baru terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi beban impor LPG.

Selain itu, penerapan proyek energi baru ini dinilai penting untuk menciptakan kemandirian energi nasional. 

Dengan dukungan Danantara, PGN diharapkan tidak hanya menjadi penyedia gas tetapi juga inovator energi rumah tangga. Strategi ini menjadi bagian dari rencana nasional untuk memanfaatkan sumber daya energi domestik secara optimal.

Peran BUMN di Bawah Pengawasan Danantara

BUMN memiliki peran penting dalam memastikan proyek energi nasional berjalan sesuai target. PGN bersama PT Bukit Asam dan BUMN lain mengembangkan proyek energi alternatif untuk mendukung ketahanan energi. Kolaborasi ini memperkuat hilirisasi energi domestik sekaligus mengurangi impor LPG.

Sinergi antar BUMN memungkinkan pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. PGN fokus pada distribusi gas rumah tangga sementara PT Bukit Asam menyiapkan studi dan produksi awal DME. Pendekatan ini memadukan keahlian masing-masing BUMN untuk mencapai target nasional dalam ketahanan energi.

Selain itu, BUMN juga terlibat dalam pengembangan infrastruktur pendukung energi. Pipa transmisi dan distribusi gas yang luas menjadi tulang punggung distribusi energi ke rumah tangga. Infrastruktur ini mempermudah integrasi proyek energi baru seperti DME dan SNG sehingga efisiensi distribusi energi meningkat.

Dampak Positif bagi Konsumen dan Lingkungan

Pengembangan jaringan gas rumah tangga dan DME di bawah arahan Danantara diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Akses energi yang lebih stabil membantu menekan biaya rumah tangga. Selain itu, penggunaan DME yang lebih ramah lingkungan mengurangi emisi karbon dari LPG impor.

Ketersediaan energi yang merata mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan industri rumah tangga. Kota-kota yang menjadi pilot project DME dan jargas dapat menikmati pasokan energi lebih andal. Inisiatif ini juga membantu pemerintah mencapai target ketahanan energi nasional secara lebih cepat.

Selain itu, berkurangnya impor LPG memungkinkan devisa negara dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif. Dampak jangka panjangnya adalah Indonesia lebih mandiri dalam pengelolaan energi dan berkontribusi terhadap lingkungan lebih bersih. 

Danantara menekankan bahwa strategi ini akan memastikan BUMN menjadi motor penggerak ketahanan energi nasional.

PGN kini tidak hanya berfokus pada distribusi gas tetapi juga inovasi energi rumah tangga melalui DME. Kombinasi pengembangan infrastruktur, proyek energi baru, dan kolaborasi BUMN menjadi fondasi kuat bagi kemandirian energi Indonesia. Arahan Danantara menjadikan PGN sebagai pelopor transformasi energi yang berkelanjutan dan inovatif.

Terkini