Pertumbuhan Belanja Online Dorong Kinerja E-Commerce dan Ekosistem Omnichannel

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:28:09 WIB
Pertumbuhan Belanja Online Dorong Kinerja E-Commerce dan Ekosistem Omnichannel

JAKARTA - Pertumbuhan belanja digital di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren yang terus menguat. 

Kondisi ini mendorong kinerja berbagai pelaku teknologi yang menopang ekosistem e-commerce nasional. Dinamika tersebut menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor utama dalam pola konsumsi masyarakat.

Salah satu perusahaan yang merasakan dampak positif adalah Power Commerce Asia. Perusahaan ini mencatat peningkatan pendapatan hingga 2,1 kali lipat. Nilai NMV juga tumbuh 150 persen secara tahunan seiring naiknya belanja online.

Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh permintaan produk kesehatan dan FMCG. Konsumen semakin nyaman berbelanja melalui kanal digital. Integrasi layanan omnichannel di berbagai wilayah turut memperkuat performa perusahaan.

Permintaan Digital Mendorong Kinerja Perusahaan

Lonjakan permintaan produk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari menjadi pendorong utama. Konsumen memanfaatkan kanal online untuk memperoleh produk secara cepat dan praktis. Perubahan perilaku ini berlangsung konsisten sepanjang tahun.

Integrasi omnichannel memungkinkan layanan yang lebih fleksibel. Brand dapat menjangkau konsumen melalui berbagai titik interaksi. Hal ini meningkatkan pengalaman belanja secara menyeluruh.

CEO Power Commerce Asia, Hadi Kuncoro, menilai pertumbuhan ini sebagai hasil strategi jangka panjang. Ekosistem omnichannel dibangun secara berkelanjutan. Teknologi menjadi fondasi utama dalam pengembangan tersebut.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana ekosistem omnichannel yang solid, didukung teknologi terintegrasi, pemanfaatan big data, serta optimalisasi multi-fulfillment di berbagai wilayah Indonesia mampu mendorong brand partner dan Power Commerce Asia untuk terus berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Prospek E-Commerce Masih Sangat Terbuka

Memasuki 2026, prospek industri e-commerce Indonesia dinilai tetap menjanjikan. Penetrasi internet terus meningkat di berbagai daerah. Hal ini memperluas jangkauan belanja online lintas kategori.

Pola konsumsi masyarakat juga mengalami pergeseran signifikan. Konsumen mulai mengandalkan model belanja omnichannel. Integrasi online dan offline menjadi kebutuhan utama brand.

Dalam kondisi tersebut, brand dituntut adaptif dan efisien. Pengelolaan berbagai kanal penjualan harus terintegrasi. Pendekatan berbasis data menjadi kunci keberhasilan.

Strategi Memperkuat Fondasi Bisnis

Power Commerce Asia berfokus memperkuat fondasi bisnis pada 2026. Langkah ini dilakukan agar brand partner siap melakukan scale-up. Strategi ini diarahkan pada pertumbuhan berkelanjutan.

Hadi menegaskan pentingnya kesiapan brand menghadapi ekspansi. Tidak hanya tumbuh besar, brand harus siap meningkatkan skala bisnis. Fondasi operasional yang kuat menjadi penentu.

“Ke depan, kami fokus membangun fondasi yang lebih kuat agar brand partner tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga semakin siap untuk scale. Berdasarkan outlook 2026, sektor Healthcare, Mom and Baby, Hobbies and Lifestyle, Pet Care, Smart Home and Living, Beauty, serta FMCG diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan e-commerce,” lanjutnya.

Ekspansi Infrastruktur Dan Kepatuhan Regulasi

Saat ini Power Commerce Asia mengoperasikan sembilan gudang fulfillment. Gudang tersebut tersebar di sejumlah kota besar Indonesia. Infrastruktur ini mendukung kecepatan distribusi produk.

Perusahaan juga menyiapkan gudang baru di Semarang. Gudang tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Langkah ini memperkuat jaringan logistik nasional.

Selain pasar domestik, perusahaan mendorong ekspansi lintas negara. Malaysia menjadi tujuan utama pengembangan cross-border. Dukungan regulasi dan pengurusan BPOM turut difasilitasi.

Operasional perusahaan diperkuat oleh berbagai sertifikasi. Sertifikasi tersebut mencakup Apotek Online, IDAK, dan CDAKB. Kepatuhan standar industri menjadi prioritas utama.

Integrasi Online Dan Offline Berbasis Teknologi

Penguatan integrasi online dan offline dilakukan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya menghadirkan Power Wellness Pop-Up Store di FX Sudirman. Inisiatif ini menjadi implementasi strategi O2O.

Pop-up store tersebut juga aktif dalam kegiatan komunitas. Kegiatan olahraga seperti padel dan lari menjadi bagian dari pendekatan brand. Aktivitas ini memperluas interaksi dengan konsumen.

Di sisi teknologi, Power Commerce Asia mengembangkan PowerBiz. Sistem ini menghubungkan kanal B2C dan B2B secara terintegrasi. Automated multi-fulfillment meningkatkan efisiensi operasional.

CTO Power Commerce Asia, Mohammad Subhan, menjelaskan tujuan pengembangan sistem tersebut. PowerBiz dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Data disajikan secara real-time dan transparan.

“PowerBiz kami bangun dengan integrasi seluruh kanal penjualan secara real-time dan transparan, sehingga kami dan brand partner dapat menyusun strategi serta mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat dan presisi,” ungkapnya.

Pendekatan teknologi ini memperkuat daya saing perusahaan. Brand partner memperoleh visibilitas data yang lebih baik. Strategi bisnis dapat disusun secara lebih akurat dan berkelanjutan.

Terkini