JAKARTA - Pasar aset kripto menunjukkan pergerakan yang beragam dalam satu hari terakhir.
Sejumlah aset utama bertahan di zona hijau tipis, sementara sebagian lainnya mengalami koreksi. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah volatilitas pasar.
Bitcoin dan Ethereum masih bergerak stabil dengan fluktuasi terbatas. Sementara itu, beberapa altcoin papan tengah terlihat melemah setelah reli sebelumnya. Aksi ambil untung menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga.
Secara umum, pasar kripto belum menunjukkan arah yang tegas. Investor cenderung menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi agresif. Situasi ini membuat pergerakan harga relatif terbatas.
Bitcoin dan Ethereum Tetap Menjaga Stabilitas
Bitcoin tercatat menguat 0,24 persen ke level USD 89.275,66 dalam 24 jam terakhir. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini masih menunjukkan ketahanan. Pergerakan harga Bitcoin terbilang sempit namun tetap positif.
Ethereum juga mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,22 persen. Harga ETH diperdagangkan di kisaran USD 3.014,87. Kondisi ini menandakan minat pasar terhadap Ethereum masih terjaga.
Stabilitas dua aset utama ini menjadi penopang sentimen pasar. Investor masih menempatkan Bitcoin dan Ethereum sebagai aset defensif. Pergerakan keduanya turut memengaruhi arah pasar kripto secara keseluruhan.
Performa Stablecoin dan Aset Papan Atas
Tether sebagai stablecoin utama tercatat melemah sangat tipis 0,01 persen ke level USD 0,9985. Pergerakan ini masih tergolong wajar mengingat fungsinya menjaga nilai. USDT tetap stabil mendekati satu dolar AS.
Binance Coin justru tampil lebih kuat dibandingkan aset lain. Dalam 24 jam terakhir, BNB menguat 0,64 persen ke harga USD 903,30. Kenaikan ini menunjukkan daya tarik BNB masih cukup solid.
Sementara itu, XRP bergerak stagnan dengan perubahan 0,00 persen. Harga XRP bertahan di level USD 1,91. Minimnya katalis baru membuat pergerakannya cenderung mendatar.
Altcoin Mengalami Tekanan dan Koreksi
USD Coin mencatatkan penguatan sangat tipis sebesar 0,01 persen ke level USD 0,9997. Stablecoin ini tetap bergerak stabil mengikuti karakter dasarnya. Volatilitas USDC masih sangat rendah.
Solana justru mengalami tekanan dengan penurunan 1,43 persen ke harga USD 125,46. Koreksi terjadi setelah kenaikan agresif sebelumnya. Investor jangka pendek terlihat melakukan aksi ambil untung.
Dogecoin juga melemah 0,68 persen ke posisi USD 0,1253. Cardano turut berada di zona merah dengan penurunan 0,19 persen ke level USD 0,3598. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual masih terjadi pada sejumlah altcoin.
Aset Lain dan Perkembangan Global Kripto
Bitcoin Cash mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 1,74 persen ke harga USD 590,59. Tekanan jual muncul seiring menurunnya minat terhadap aset turunan Bitcoin. Kondisi ini membuat BCH tertinggal dari pasar.
Berbeda dengan aset lain, HYPE mencuri perhatian dengan lonjakan 10,08 persen ke level USD 33,30. Kenaikan signifikan ini menjadi anomali di tengah pasar yang cenderung melemah. Minat spekulatif terlihat cukup tinggi pada aset tersebut.
Monero melemah 0,45 persen ke posisi USD 469,65 dan LEO turun 0,37 persen ke harga USD 9,20. Chainlink juga terkoreksi 1,22 persen ke level USD 11,88. Pergerakan ini menegaskan tekanan masih membayangi sebagian besar altcoin.
Di sisi global, Jepang berencana memberikan persetujuan terhadap ETF kripto pertamanya paling cepat pada 2028. Langkah ini disertai peningkatan perlindungan investor. Kripto akan dimasukkan sebagai aset dasar ETF.
Dua lembaga keuangan besar Jepang berencana meluncurkan ETF kripto tersebut. Produk ini akan dicatatkan di bursa domestik. Langkah ini mengikuti kesuksesan ETF kripto di Amerika Serikat.
Keberhasilan ETF kripto di AS telah menarik minat investor institusional. Produk tersebut memperluas akses terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya. Negara lain di Asia juga mulai mengikuti langkah serupa.