BRI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Melalui Program KPR Subsidi Nasional

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:37:22 WIB
BRI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Melalui Program KPR Subsidi Nasional

JAKARTA - Penyaluran kredit pemilikan rumah subsidi menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses hunian layak. 

Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat kinerja signifikan dalam menyalurkan pembiayaan perumahan kepada masyarakat. Capaian tersebut memperlihatkan peran aktif perseroan dalam mendukung sektor perumahan nasional.

Hingga akhir Desember 2025, total penyaluran KPR subsidi BRI mencapai Rp16,16 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 118 ribu debitur di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau.

Penyaluran tersebut berasal dari berbagai skema pembiayaan yang dijalankan perseroan. Setiap skema memiliki sasaran dan karakteristik berbeda sesuai kebijakan yang berlaku. Seluruhnya dirancang untuk memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Komposisi Penyaluran KPR Subsidi

Dari total penyaluran KPR subsidi, porsi terbesar berasal dari KPR Sejahtera FLPP. Skema ini mencapai nilai Rp15,74 triliun sepanjang tahun 2025. Program tersebut menjadi tulang punggung pembiayaan rumah subsidi BRI.

Selain FLPP, BRI juga menyalurkan KPR Tapera dengan nilai Rp321,23 miliar. Skema ini melengkapi pembiayaan perumahan berbasis tabungan jangka panjang. Kehadirannya memberi alternatif pembiayaan bagi masyarakat peserta Tapera.

Skema lain yang disalurkan meliputi KPR Subsidi Selisih Bunga senilai Rp94,03 miliar. Program BP2BT juga terealisasi sebesar Rp9,06 miliar. Keseluruhan skema tersebut memperkuat variasi pembiayaan perumahan subsidi.

Komitmen BRI di Sektor Perumahan

BRI menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui konsistensi penyaluran KPR subsidi secara berkelanjutan. Perseroan memandang pembiayaan perumahan sebagai bagian dari peran strategisnya.

Akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas menjadi fokus utama perseroan. Melalui KPR subsidi, BRI berupaya menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain memberikan akses rumah, penyaluran KPR subsidi juga mendorong pemerataan pembangunan. Program ini berkontribusi pada pertumbuhan wilayah di berbagai daerah. Dengan demikian, manfaat pembiayaan tidak hanya dirasakan oleh debitur.

Dukungan terhadap Program Pemerintah

Penyaluran KPR subsidi sejalan dengan fokus pemerintah dalam pembangunan nasional. Program ini mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya di sektor infrastruktur dan pemerataan ekonomi. BRI mengambil peran aktif dalam menyukseskan agenda tersebut.

Pada Agustus 2025, alokasi pembiayaan KPR FLPP BRI mengalami peningkatan. Jumlah unit yang semula 17.700 bertambah menjadi 25.000 unit. Peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap kinerja penyaluran BRI.

Alokasi pembiayaan kembali ditingkatkan menjadi 32.000 unit, kemudian bertambah menjadi 33.000 unit. Penambahan ini memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah. BRI terus menyesuaikan kapasitas penyaluran dengan kebutuhan nasional.

Peran Strategis dan Dampak Ekonomi

Memasuki tahun 2026, BRI memperoleh kuota pembiayaan KPR FLPP sebesar 36.261 unit. Kuota ini memperkuat kontribusi perseroan dalam Program 3 Juta Rumah. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan hunian terjangkau.

Pembiayaan perumahan tidak hanya berdampak pada kepemilikan rumah. Aktivitas ini juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian sekitar. Sektor UMKM di lingkungan perumahan turut terdorong.

BRI berkomitmen memperluas jangkauan penyaluran KPR subsidi ke depan. Langkah ini diharapkan menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia. Dengan akses hunian yang layak, kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Terkini