Waspada Tipes di Tengah Perubahan Cuaca Kemarau

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:16:01 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, Yoppi Kencana, mengungkapkan bahwa pergeseran cuaca sering kali diikuti oleh lonjakan kasus infeksi, seperti demam tifoid atau tipes yang menyerang saluran pencernaan akibat merosotnya kebersihan lingk

JAKARTA - Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Bintaro, Yoppi Kencana, mengungkapkan bahwa pergeseran cuaca sering kali diikuti oleh lonjakan kasus infeksi, seperti demam tifoid atau tipes yang menyerang saluran pencernaan akibat merosotnya kebersihan lingkungan serta makanan.

Ia menerangkan bahwa kuman pemicu tipes masuk ke dalam tubuh lewat asupan makanan atau minuman yang tercemar. Selepas melewati lambung, mikroorganisme tersebut akan berkembang biak serta menyerang bagian usus halus.

"Usus halus merupakan organ vital untuk penyerapan nutrisi. Ketika bakteri Salmonella typhi menginfeksi dinding usus, timbul peradangan hebat yang mengganggu pencernaan dan memicu respons imunitas berupa demam tinggi serta rasa lemas ekstrem," kata Yoppi Kencana dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, sebagian besar masyarakat masih memandang sepele penyakit tipes sebagai gangguan kesehatan biasa akibat kelelahan fisik. Padahal, jika penanganan terlambat atau diabaikan, infeksi bakteri ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada organ pencernaan.

Hal tersebut dikarenakan peradangan yang tidak segera diobati mampu mengikis struktur lapisan dinding usus halus. Sejumlah komplikasi berat yang mengancam meliputi perdarahan pada saluran cerna serta perforasi usus, yakni kondisi robeknya dinding usus yang menuntut tindakan operasi darurat.

"Komplikasi paling bahaya adalah sepsis yakni kondisi berbahaya ketika infeksi bakteri menyebar luas ke dalam seluruh aliran darah," ujarnya.

Apabila seseorang mengalami demam tinggi berkepanjangan yang kebal terhadap obat penurun panas, muntah terus-menerus hingga tidak ada asupan yang masuk, nyeri perut parah, dehidrasi akut, hingga kebingungan, linglung, atau penurunan kesadaran, kata dia, maka publik diimbau segera mendatangi sarana kesehatan terdekat.

"Ketika sudah alami demam dengan suhu tubuh meningkat perlahan disertai gangguan pencernaan hingga lemas, maka itu tanda butuh penanganan medis segera," tegasnya.

Di sisi lain, langkah preventif yang dapat ditempuh warga agar terhindar dari ancaman tipes meliputi pelaksanaan vaksinasi tifoid secara rutin setiap tiga tahun sekali, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir sekurangnya selama 20 detik sebelum makan dan seusai dari toilet.

Selain itu, pastikan air dimasak hingga mendidih serta mengonsumsi makanan matang yang diolah secara higienis. Menjaga keteraturan pola makan, pemenuhan cairan minimal dua liter per hari, pengelolaan stres secara baik, serta menghindari kebiasaan menahan buang air besar juga menjadi hal penting.

"Pola hidup secara lahir dari kesadaran diri untuk hidup sehat. Dengan kondisi cuaca saat ini, perlu adanya saling edukasi untuk kesehatan bersama," katanya.

Tags

Terkini

Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Torres, Incar Rp 1 T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:39:02 WIB

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu, Fokus Latih Chelsea

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:36:01 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026 dan Klasemen Terbaru Pekan Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:34:31 WIB

Waspadai 7 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis dan Biayanya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30:01 WIB

Persib Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:31 WIB