FIFA Batal Jual Hak Komersial Usai Ditolak UEFA dan Klub Elite

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:14:01 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino mencabut rencana kontroversial perihal pembentukan entitas komersial baru yang mulanya membuka peluang masuknya investor luar ke ajang Piala Dunia. 

Keputusan tersebut diambil usai menuai penolakan sengit dari konfederasi sepak bola regional utama beserta klub-klub top dunia.

"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang disampaikan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah memunculkan perpecahan yang, terlepas dari besarnya dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan awal yang ingin dicapai," kata Infantino dalam sebuah pernyataan pada Jumat (31/7).

Pencabutan itu berlangsung menyusul ancaman badan sepak bola Eropa, UEFA, untuk memboikot total Piala Dunia apabila FIFA tetap meneruskan gagasan tersebut. Sebelumnya, proposal itu dirancang untuk membentuk suatu entitas pengelola hak media, mencakup hak siar Piala Dunia. 

Lewat skema itu, Infantino berusaha menggalang dana sampai US$4,2 miliar dari investor eksternal dengan valuasi entitas anyar mencapai US$20 miliar.

Di sisi lain, UEFA, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memandang proposal tersebut digarap tanpa koordinasi yang memadai. 

Mereka pun mencemaskan potensi masuknya modal swasta yang dikhawatirkan sanggup mengubah tata kelola FIFA, arah prioritas organisasi, serta sistem pembagian pendapatan.

Sejumlah klub papan atas Eropa, contohnya Real Madrid, Juventus, Bayern Munich, serta Borussia Dortmund, ikut menyuarakan penentangan terhadap wacana komersialisasi itu. 

Gelombang penolakan tersebut bahkan dinilai berisiko mengancam kelangsungan turnamen FIFA lainnya, termasuk Piala Dunia Antarklub. Sejumlah petinggi internal FIFA turut dikabarkan menentang usulan Infantino. 

Salah satu di antara mereka bahkan mengaku bahwa dirinya beserta jajaran staf FIFA telah "dikelabui" serta mendesak agar usulan itu segera ditolak.

Sebelumnya, FIFA sempat menegaskan bahwa pendirian entitas baru tersebut bukan berarti memprivatisasi induk sepak bola dunia itu. Lewat rilis resminya pada Jumat, FIFA kembali menekankan bahwa pihaknya sama sekali tidak sedang "menjual sepak bola."

Berdasarkan keterangan FIFA, entitas tersebut justru dipersiapkan guna memaksimalkan nilai hak media serta hak komersial yang dimiliki, di samping mendongkrak anggaran demi program pembinaan sepak bola serta penyaluran dana ke seluruh asosiasi anggota.

Sebelumnya, Infantino menjanjikan setiap asosiasi anggota bakal memperoleh tambahan kucuran dana senilai US$12 juta untuk periode siklus empat tahunan yang rampung tahun ini, sehingga total perolehan dana melompat menjadi US$20 juta. 

Di samping itu, tiap-tiap anggota berhak pula mengajukan tambahan dana sampai US$20 juta guna mendanai program jangka panjang, seperti pembangunan stadion maupun pusat pelatihan.

Usulan penanaman modal tersebut muncul tatkala perhelatan Piala Dunia tahun ini sukses meraup pendapatan sekitar US$15 miliar, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pergelaran turnamen tersebut. Diperkirakan, sekitar setengah dari total nominal itu merupakan perolehan laba bersih.

Terkini

Nindya Karya Kebut Proyek Garam Nasional Di Rote Ndao

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:48:01 WIB

Belanja Pemerintah Jadi Penopang Ekonomi Kuartal II-2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:46:32 WIB

OJK Dorong Transformasi Digital Industri Dana Pensiun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:45:01 WIB

Panduan Lengkap Beli Tiket GIIAS 2026 Online

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:43:31 WIB