Atasi Longsor Susulan, Kementerian PU Usul Trase Baru Kelok 44

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:18:02 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan pengkajian pembangunan trase baru di ruas jalan Kelok 44, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebagai solusi jangka panjang mengingat kondisi lereng yang berpotensi mengalami longsor susulan. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan pengkajian pembangunan trase baru di ruas jalan Kelok 44, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sebagai solusi jangka panjang mengingat kondisi lereng yang berpotensi mengalami longsor susulan.

"Perlu trase baru sebagai solusi jangka panjang," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo usai melihat kondisi Kelok 44 Agam, Jumat (31/7).

Ia mengatakan berdasarkan hasil pengamatan kondisi tanah di sekitar jalan Kelok 44 sudah tidak lagi ideal jika mengandalkan penanganan titik longsor pada trase jalan yang ada. 

Untuk itu, Kementerian PU mendorong dilakukan kajian teknis secara menyeluruh sebelum menentukan langkah penanganan permanen.

"Kelihatan lahan di sini sudah penuh air, sudah jenuh air. Saya khawatir terjadi longsor lagi, karena itu menurut saya lebih baik mulai dikaji kemungkinan membuat trase baru. Kami cari trase yang terbaik terlebih dahulu, dilakukan pengeboran tanah, investigasi geoteknik, kemudian disusun desainnya. Setelah itu baru diputuskan metode penanganan maupun skema pendanaannya,” katanya.

Menurutnya, pembangunan trase baru memang membutuhkan waktu karena harus didahului dengan investigasi kondisi tanah, survei lapangan, hingga penyusunan desain teknis yang matang. 

Namun langkah tersebut dinilai lebih tepat dibandingkan terus mempertahankan trase eksisting apabila kondisi geologinya sudah tidak memungkinkan.

"Kami harus memastikan solusi yang dipilih benar-benar aman dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," ujar dia.

Jalan Kelok 44 merupakan jalan milik Pemerintah Daerah yang menghubungkan kawasan dataran tinggi Bukittinggi dengan kawasan dataran rendah di sekitar Danau Maninjau hingga Lubuk Basung. 

Ruas jalan sekitar 35 kilometer tersebut memiliki karakteristik medan berbukit curam dengan 44 tikungan tajam, sehingga menjadi salah satu jalur strategis sekaligus memiliki tingkat kerawanan bencana geologi yang tinggi.

Dia menyampaikan bahwa penanganan persoalan longsor di Sumbar memerlukan pendekatan yang komprehensif mengingat karakteristik tanah dan topografi wilayah yang cukup kompleks. Untuk itu, Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis kepada Pemerintah Daerah dalam mencari solusi terbaik.

"Kami memahami persoalan tanah di Sumbar memiliki tantangan tersendiri. Insya Allah pemerintah pusat siap membantu, tetapi tentu penanganannya harus diawali dengan kajian teknis yang komprehensif agar solusi yang diambil benar-benar tepat," kata dia.

Kementerian PU secepatnya akan melakukan investigasi geoteknik melalui pengeboran tanah, survei detail, serta penyusunan desain sebagai dasar penentuan trase terbaik. 

Dengan dukungan pemerintah daerah, hasil kajian tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan bentuk penanganan serta kebutuhan pendanaan sehingga solusi yang dibangun dapat menjamin keamanan, keandalan, dan keberlanjutan infrastruktur bagi masyarakat.

Terkini