Presiden Korsel Minta Bantuan Indonesia Buka Dialog dengan Korut

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:42:32 WIB
Prabowo Ungkap Presiden Korsel Minta Bantuan Buka Dialog Korut [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyampaikan permohonan kepada Indonesia untuk memberikan bantuan dalam membuka koridor jalur komunikasi dialog bersama Korea Utara. Permintaan khusus tersebut diungkapkan tatkala Presiden Prabowo Subianto melawat berkunjung ke kota Seoul, Korea Selatan.

Prabowo menyatakan bahwa Indonesia menaruh kesiapan penuh untuk membantu memfasilitasi pembukaan komunikasi dengan Korea Utara sebagai wujud perwujudan nyata komitmen negara dalam merawat serta menciptakan stabilitas perdamaian di kawasan regional.

"Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korea Selatan minta kepada saya, 'Bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?' Saya bilang dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat," tuturnya.

Pernyataan itu dibeberkan oleh Prabowo saat memberikan pengarahan dalam forum agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang berlokasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan pandangan Prabowo, sikap keterbukaan Indonesia dalam membantu menjembatani dialog tersebut didasari oleh prinsip dasar politik luar negeri bebas aktif yang konsisten dipegang oleh pemerintah. Ia menyebutkan bahwa Indonesia senantiasa merajut relasi harmonis bersama seluruh kekuatan global tanpa perlu memihak ke kubu blok manapun.

"Kami hormati semua kekuatan. Kami baik sama Amerika Serikat, tapi kami baik juga sama China. Kami juga baik sama Rusia, kami baik sama Jepang, kami baik sama India, kami baik sama Australia," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa posisi strategis yang diambil Indonesia ini menjadikan negara diterima dengan baik oleh berbagai pihak dalam percaturan panggung diplomatik, termasuk ketika menghadapi pelbagai isu rumit yang melibatkan kepentingan negara asing.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur urusan dalam negeri mana pun. Itu yang kami pegang teguh," katanya.

Terkini