BSI-Jasa Marga Bali Tol Sepakati Pembiayaan Hijau Rp1,56 T

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:15:02 WIB
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan investasi senilai Rp1,56 triliun dengan skema Sustainability Linked Financing (SLF). 

Pembiayaan tersebut menjadi langkah penguatan infrastruktur hijau sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan jalan tol nasional.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan pembiayaan SLF merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis jangka panjang.

"Melalui pembiayaan ini, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan serta menghadirkan layanan jalan tol yang semakin andal, aman, dan ramah lingkungan," ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

PT JBT selama ini menerapkan sejumlah inisiatif ESG dalam pengoperasian Jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 kilometer. Pada aspek lingkungan, perusahaan menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pertama yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk optimalisasi energi, menggunakan lampu LED, melestarikan ekosistem mangrove Tahura Ngurah Rai, serta mengelola sampah organik dan sumber air.

Selain itu, dari sisi sosial dan tata kelola, PT JBT memperkuat kerja sama kewilayahan melalui program pendidikan, bantuan sosial, serta kolaborasi dengan masyarakat lokal.

Atas komitmen tersebut, PT JBT meraih Penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada 2022 dan mempertahankan predikat Gold Sertifikasi Green Toll Road Indonesia hingga 2024.

"Pembiayaan ini menjadi aksi nyata PT JBT sebagai pilot project penerapan pembiayaan berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Kami berharap langkah ini tidak hanya menjadi acuan bagi entitas anak usaha Jasa Marga Group lainnya dalam mempercepat transisi energi, tetapi juga memelopori standar baru bagi pengembangan industri jalan tol nasional yang berorientasi keberlanjutan," kata Rivan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menyampaikan bahwa BSI menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan pembiayaan dengan skema SLF.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan perbankan syariah terhadap pembangunan infrastruktur nasional berbasis hijau yang selaras dengan prinsip ESG dan nilai-nilai maqashid syariah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI meyakini bahwa prinsip ESG dan keberlanjutan memiliki keselarasan yang kuat dengan maqashid syariah," ucap Bob dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai Rp78,6 triliun atau sekitar 23% dari total pembiayaan perseroan.

Pembiayaan tersebut disalurkan ke sejumlah sektor, di antaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, produk ramah lingkungan (eco-efficient), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, serta sektor lain yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:16:31 WIB