KNMP Ditargetkan Dongkrak Nilai Tukar Nelayan Jadi 120 pada 2027

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:41:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)/ (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengemukakan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) difokuskan untuk mendongkrak Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari kisaran 103 menjadi 120 menjelang tahun 2027.

Lonjakan tersebut diupayakan lewat pemotongan jalur distribusi komoditas perikanan, pengokohan fasilitas penyimpanan, serta perluasan jangkauan pasar bagi para nelayan.

“Kebijakan Presiden yang utama, kita harus swasembada. Nilai tukar nelayan kita di angka 103, sampai dengan 2027 kita proyeksikan nilai tukarnya meningkat menjadi 120,” ucap Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut pandangannya, panjangnya rantai distribusi menyebabkan nilai jual hasil tangkapan menjadi kurang optimal, sementara keterbatasan sarana penyimpanan membuat kualitas produk perikanan sulit terjaga.

Oleh sebab itu, pemerintah membangun KNMP sebagai ekosistem ekonomi pesisir yang mengintegrasikan proses penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, penyaluran, serta pengembangan unit usaha sektor perikanan.

Kehadiran dukungan rantai dingin serta fasilitas logistik diandalkan agar hasil tangkapan dapat bertahan lebih lama, menembus pasar yang lebih luas, serta menghadirkan nilai ekonomis yang lebih tinggi bagi nelayan.

"KNMP dirancang untuk meningkatkan Nilai Tukar Nelayan dengan memperpendek rantai distribusi hasil perikanan sehingga nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil tangkapannya," ujar Zulhas.

Secara nasional, pemerintah mematok target pembangunan 5.000 titik KNMP hingga tahun 2029 mendatang. Sebanyak 1.369 kawasan ditargetkan rampung terbangun sampai penghujung tahun 2026.

Tahap awal pembangunan telah tuntas di 65 titik yang tersebar di 25 provinsi, sementara 35 lokasi pada tahap kedua ditargetkan selesai secara berangsur pada Agustus 2026.

Di samping itu, pemerintah sudah menuntaskan proses verifikasi terhadap 1.269 kandidat lokasi sebagai langkah persiapan untuk tahap pembangunan selanjutnya.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, empat kawasan KNMP telah berdiri dan siap dioperasikan, yang masing-masing berlokasi di Manggarai Barat, Flores Timur, Alor, serta Kupang.

Salah satu di antaranya adalah KNMP yang terletak di Desa Warloka, Kabupaten Manggarai Barat, yang dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi pesisir terpadu.

KNMP Warloka ini didukung oleh 263 nelayan aktif dan 178 unit armada kapal dengan komoditas andalan berupa ikan tongkol, tembang, serta layang.

Ketika melakukan peninjauan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada hari Kamis (30/7), Zulhas mengungkapkan bahwa kawasan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan 1.038 ton komoditas perikanan setiap tahunnya dan memberikan potensi tambahan pendapatan sekitar Rp3,5 juta per nelayan tiap bulan seusai beroperasi.

Guna menjaga mutu hasil tangkapan serta menunjang kelancaran distribusi, KNMP Warloka dibekali dengan satu unit gudang beku portabel, satu unit pabrik es, satu armada mobil berpendingin, serta 50 buah kotak pendingin.

Berdasarkan hasil analisis kelayakan bisnis, 10 unit usaha di kawasan tersebut berpeluang meraup omzet hingga Rp6,97 miliar per tahun dengan perolehan laba bersih sekitar Rp677,77 juta per tahun.

Kontributor omzet terbesar diperkirakan berasal dari unit gudang beku yang mencapai Rp4,32 miliar per tahun, yang kemudian disusul oleh kios perbekalan sebesar Rp2 miliar serta pabrik es senilai Rp288 juta per tahun.

"Keberadaan KNMP Warloka diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang nyata," tutur Zulhas.

Pemerintah menaruh harapan besar agar penguatan fasilitas rantai dingin, sistem logistik, serta unit usaha perikanan sanggup mendongkrak nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperkuat taraf pendapatan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.

Halaman :

Terkini