Sapta Rona Pesona 2026 Digelar BI Malang Demi UMKM

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:17:02 WIB
BI Malang Gelar SRP 2026 untuk Dorong UMKM Naik Kelas [FOTO: NET].

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang senantiasa menggenjot sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa naik kelas melalui berbagai inisiatif, di antaranya dengan menyelenggarakan ajang unggulan Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 pada tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 yang berpusat di Kota Malang. 

SRP 2026, yang menyuguhkan beragam kreativitas serta produk andalan, berfungsi sebagai wadah sinergi dan kolaborasi guna mendongkrak inklusivitas ekonomi, pengembangan UMKM, serta memperkuat adopsi transaksi digital di tujuh wilayah kerja KPwBI Malang.

Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi di Malang, Jawa Timur, Kamis, mengemukakan bahwa pelaksanaan SRP 2026 menyatukan potensi daerah dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo. 

Ia menuturkan bahwa integrasi potensi dari tujuh kabupaten/kota yang ditampilkan dalam SRP 2026 tersebut merupakan salah satu pilar krusial untuk mempertahankan tren positif laju pertumbuhan ekonomi regional.

"Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah kerja BI Malang tercatat solid dan berada di atas rata-rata pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional," ucapnya.

Ia menerangkan, sepanjang triwulan I 2026, perekonomian di wilayah kerja BI Malang tercatat tumbuh sebesar 6,36 persen, sementara Provinsi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan skala nasional membukukan pertumbuhan di angka 5,61 persen.

 Ia menggarisbawahi bahwa momentum pertumbuhan ekonomi yang positif ini wajib terus dijaga, salah satunya dengan cara mempercepat perluasan kanal pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) demi membantu UMKM berkembang lebih pesat dan tinggi.

Baca juga: Pemprov Jatim percepat industri hijau untuk perluas daya saing ekspor Baca juga: Gubernur Khofifah dorong UMKM Jatim perkuat jejaring pasar global

Indra memaparkan bahwa salah satu indikator penguatan ekonomi digital tersebut tampak dari lonjakan volume transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Malang yang melesat hingga mencapai angka 166 persen jika dibandingkan periode tahun sebelumnya.

"Melalui tagline baru kami, WARM (warna, rasa, makna), kami hadir untuk memberikan warna dalam dinamika ekonomi, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan memberikan makna nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sekaligus Koordinator BI Wilayah Jawa Rifki Ismal menekankan bahwa sektor UMKM memegang peranan sebagai tulang punggung perekonomian yang mencakup 99 persen total unit usaha di Indonesia, menyumbang kontribusi 62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyerap 97 persen tenaga kerja.

"Di Jawa Timur, UMKM berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDRB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Oleh karena itu, membina dan menaikkan kelas UMKM sama halnya dengan mengangkat perekonomian nasional secara keseluruhan," kata Rifki.

Ia merinci tiga pilar utama strategi Bank Indonesia dalam membina UMKM, yang meliputi aspek korporatisasi dengan mengarahkan UMKM sektor rumah tangga agar bertransformasi menjadi badan usaha berbadan hukum formal sehingga mempunyai kelembagaan resmi serta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. 

Sebab, imbuhnya, selama ini kalangan UMKM seringkali mengalami kendala dalam mengakses pembiayaan perbankan, salah satunya dikarenakan belum berbadan hukum.

Selain itu, pilar peningkatan kapasitas berfokus pada perbaikan mutu, peningkatan daya saing, serta perluasan skala produksi agar produk-produk UMKM tidak sekadar mampu memenuhi permintaan pasar lokal, melainkan juga siap menembus pasar global. 

Pilar ketiga mencakup perluasan akses pembiayaan melalui upaya mengintegrasikan sektor perbankan dengan para pelaku UMKM lewat penyelenggaraan kegiatan business matching serta pameran guna membuka lebar akses permodalan.

Rifki menambahkan, pelaksanaan Sapta Rona Pesona 2026 ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda menuju perhelatan tingkat nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang dijadwalkan pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta, serta ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa yang rencananya dihelat pada akhir bulan September mendatang di Surabaya.

Terkini