JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperluas akses produk kuliner lokal ke pasar internasional melalui sinergi program S'RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang bertujuan menjembatani pelaku usaha nasional dengan importir, distributor, serta mitra bisnis global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak sekadar mencerminkan identitas budaya, melainkan mempunyai potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sehingga terus mendorong promosi produk dan jenama kuliner nasional supaya sanggup bersaing di pasar global.
Salah satu bentuk promosi tersebut ialah melalui penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience di Ron Gastrobar, Amsterdam, Belanda, tutur Riefky dalam keterangan yang diperoleh di Jakarta, Kamis.
- Baca Juga Update Harga Pangan 30 Juli:
"Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya, tradisi, dan kreativitas Indonesia. Melalui program S'RASA, kolaborasi menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus memperluas pengenalan produk dan jenama kuliner Indonesia di pasar internasional," ujarnya.
Ia mengutarakan bahwa Kementerian Ekraf memfasilitasi promosi, keikutsertaan dalam pameran internasional, serta business matching demi mempertemukan pelaku ekonomi kreatif bersama calon pembeli dan mitra usaha di berbagai negara.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan mampu membuka peluang kemitraan strategis dengan importir, distributor, ataupun jaringan ritel internasional sehingga sanggup memperluas akses pasar sekaligus mendongkrak daya saing produk kuliner Indonesia.
Program S'RASA merupakan bentuk transformasi dari gerakan gastrodiplomasi Indonesia Spice Up the World (ISUTW) yang diresmikan pada Agustus 2025.
Program ini melibatkan sinergi enam kementerian serta lembaga guna memperkuat promosi kuliner Indonesia di kancah global, dengan Kementerian Ekraf memegang peran dalam penguatan promosi, pameran internasional, business matching, serta pengembangan jejaring industri bagi jenama binaan.
Belanda dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience dikarenakan mempunyai kedudukan strategis sebagai pusat logistik di Eropa serta pasar yang terbuka terhadap tren kuliner internasional.
Melalui acara tersebut, bermacam produk unggulan Indonesia seperti kecap, gula aren, serta kopi diperkenalkan kepada calon mitra dagang sebagai bagian dari ikhtiar memperluas jaringan distribusi di kawasan Eropa.
Pendiri Lakeside BV Oswin Beingsick menilai kegiatan itu sanggup menjadi gerbang masuk guna meningkatkan impor produk pangan dan bahan baku kuliner Indonesia ke pasar Eropa sejalan dengan naiknya minat terhadap cita rasa khas Nusantara.
Indonesia Summer Cooking Experience dirancang sebagai ajang business engagement yang memadukan demonstrasi memasak, penyajian hidangan khas Indonesia, pameran produk, serta pertemuan bisnis.
Acara tersebut dihadiri oleh pelaku usaha kuliner di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, sampai perwakilan jaringan ritel lokal seperti Warung Barokah di Amsterdam dan Toko Kalimantan di Zaandam.