Genjot Ekonomi, Kemenperin Dorong IKM Transmigrasi

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:41:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalankan langkah penguatan industri kecil menengah (IKM) di wilayah transmigrasi lewat penciptaan wirausaha baru industri yang mengandalkan potensi andalan daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengutarakan bahwa penumbuhan wirausaha baru industri masuk dalam skema kebijakan negara untuk membangun poros ekonomi yang merata sekaligus menaikkan taraf hidup rakyat, terutama pada area transmigrasi.

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas masyarakat, kami ingin melahirkan pelaku industri baru yang mampu mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai tambah serta menciptakan lapangan kerja di wilayahnya," ujar Menperin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Satu dari sekian banyak upaya taktis itu diejawantahkan lewat pelaksanaan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Pangan Olahan Ikan di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada rentang 27 hingga 30 Juli 2026.

Agenda tersebut menjadi bentuk turunan dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang mengatur tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta wujud kolaborasi erat antara Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Transmigrasi.

Acara yang diprakirai oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin ini masuk dalam rangkaian penerapan Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir) di Kota Batam yang sudah diresmikan sejak 7 Juli 2026.

Berdasarkan pandangan Menperin, pelatihan teknis itu diarahkan guna memaksimalkan sumber daya perikanan di Kawasan Barelang lewat peningkatan keahlian calon pebisnis, mengingat para peserta memperoleh materi seputar jiwa wirausaha, tata kelola bisnis, pendanaan, pemasaran berbasis digital, sampai latihan pembuatan produk ikan.

"Kami berharap para peserta tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengembangkannya menjadi unit bisnis yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan lokal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat," jelas Agus.

Menperin menegaskan, IKM memegang posisi penting sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan karena sanggup menampung tenaga kerja, memperlebar peluang usaha, serta mendongkrak pemasukan warga.

"IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengentasan kemiskinan. Karena itu, penguatan kapasitas IKM menjadi langkah penting agar mampu tumbuh secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan," tegasnya.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menuturkan bahwa sinergi pembinaan IKM di wilayah transmigrasi meliputi pertukaran data serta informasi, penciptaan wirausaha industri anyar, pemanfaatan teknologi pabrikan guna hilirisasi komoditas unggulan, penyediaan mesin beserta perlengkapan IKM, pengawalan standar mutu, pemantapan kelembagaan sentra IKM, hingga promosi produk khas daerah.

"Rencana kerja ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem industri nasional yang inklusif, produktif, dan berdaya saing melalui pengembangan kawasan transmigrasi," ujar Reni.

Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi memaparkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 25 calon wirausaha baru di mana sebagian besar datang dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah kategori desil 1 sampai 4 di Kawasan Transmigrasi Barelang.

"Kami berharap para peserta semakin termotivasi untuk membangun usaha berbasis potensi perikanan lokal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi," ujar Yedi.

Terkini