JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendarat di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis siang, guna menghadiri kegiatan akad serentak KPR 62.000 unit hunian bersubsidi yang dilangsungkan bersamaan di berbagai wilayah Nusantara.
Pada titik lokasi akad massal tersebut, yakni bertempat di Puri Delta City Side, Kepala Negara langsung memeriksa keadaan sejumlah rumah bersubsidi yang sudah ditempati warga, yaitu milik Rosmini yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang kebutuhan pokok.
Presiden Prabowo turut memeriksa kondisi rumah subsidi yang didiami oleh Rahma Yuliani yang sehari-hari berprofesi sebagai petugas pengamanan (satpam).
Di sela-sela aktivitas peninjauan itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Usai memantau dua kediaman tersebut, Presiden Prabowo bersama rombongan para menteri menaiki kendaraan buggy car menuju titik pusat acara akad massal yang masih terletak dalam kawasan kompleks perumahan Puri Delta City Side.
Di tempat acara, tampak hadir sejumlah menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, serta kepala daerah, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri PAN RB Rini Widyantini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Selain itu hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi yang merangkap jabatan sebagai Juru Bicara Presiden RI menerangkan bahwa kegiatan akad massal 62.000 rumah subsidi tersebut merupakan bagian dari realisasi program 3 juta rumah yang ditujukan demi memperluas jangkauan kepemilikan tempat tinggal layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Akad massal digelar hybrid melibatkan 62.000 debitur, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung di Batam, dan 61.800 debitur mengikuti secara daring dari 36 provinsi,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan saat dihubungi di Jakarta, Kamis pagi.
Prasetyo memaparkan lebih lanjut bahwa agenda akad massal di Batang siang ini menjadi rangkaian tahap ketiga dari kegiatan serupa untuk KPR FLPP yang sebelumnya sempat diselenggarakan di Cileungsi pada 29 September 2025, serta bertempat di Serang tanggal 20 Desember 2025.
“Kegiatan akad massal menjadi penanda bahwa rumah-rumah yang dibangun telah siap dimiliki dan dihuni masyarakat,” ujar Prasetyo Hadi.
Berkaitan dengan progres pencairan kredit perumahan melalui mekanisme fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), per Juli 2026 tercatat jumlah penerima manfaat telah menyentuh angka 107.410 jiwa dari segmen MBR dengan tingkat okupansi hunian mencapai 93,35 persen.